Buka konten ini

SEIBEDUK (BP) – Terminal Mukakuning di Jalan S. Parman, Kecamatan Seibeduk, kini tampak kumuh dan terbengkalai setelah lama tidak difungsikan sebagai tempat naik-turun angkutan kota. Fasilitas yang pernah direncanakan menjadi simpul transportasi ini berubah wajah jauh dari peruntukannya.
Pantauan Batam Pos, kawasan tersebut kini dipenuhi pemukiman liar, kios, gerobak pedagang, hingga kendaraan yang diparkir sembarangan. Pada siang hari, area terminal terlihat sepi, namun berubah ramai pada malam hari karena keberadaan angkringan.
“Kawasan ini saat siang sepi, ramainya malam hari karena ada angkringan,” ujar Ombing, salah seorang pedagang, Selasa (25/11).
Ia menambahkan, bangunan terminal tidak lagi terawat. Dindingnya banyak yang bolong dan penuh coretan, sementara atap dan pagar juga mengalami kerusakan.
“Sayang sekali tidak difungsikan lagi terminalnya. Kalau masih aktif, pasti ramai dan menguntungkan bagi pedagang,” ujarnya.
Terminal Mukakuning diketahui dibangun sekitar tahun 2006. Namun setelah selesai, fasilitas itu hanya sempat digunakan sebentar sebelum akhirnya ditinggalkan dan tidak lagi dioperasikan.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Batam, Leo Putra, membenarkan bahwa terminal tersebut memang sudah tidak lagi berfungsi.
“Terminal ini sempat aktif retribusi karena ada trayek. Sekarang tidak ada lagi,” katanya.
Menurut Leo, hilangnya trayek di kawasan itu terjadi karena tidak ada angkutan umum yang mampu mengakomodasi kebutuhan karyawan perusahaan di Mukakuning. Selain itu, banyak armada angkutan yang tidak lagi laik beroperasi.
“Angkutan juga sudah tidak ada, banyak yang tak laik. Terminal itu dulu kita pinjam pakai. Karena asetnya milik BP Batam, sudah kita kembalikan,” tutupnya. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO