Buka konten ini

BATAM (BP) – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kota Batam tahun 2025 mencatat capaian positif. Hingga 20 November, sebanyak 84.041 warga telah menjalani pemeriksaan, atau 98,77 persen dari jumlah yang mendaftar.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyatakan program ini merupakan komitmen pemerintah kota untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui deteksi dini berbagai penyakit.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Pada laporan harian 20 November, tercatat 284 warga mendaftar dan 282 hadir menjalani pemeriksaan, dengan tingkat kehadiran mencapai 99,30 persen. Ini menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan semakin meningkat,” ujar Didi, Selasa (25/11).
Secara kumulatif, target sasaran peserta CKG mencapai 1.276.930 penduduk. Hingga tanggal 20 November, jumlah warga yang mendaftar mencapai 85.090 orang, atau 6,66 persen dari total sasaran.
Program ini melibatkan 21 puskesmas di seluruh Kota Batam, yang semuanya telah memberikan layanan CKG secara penuh. Beberapa puskesmas dengan jumlah kunjungan tinggi antara lain Puskesmas Tiban Baru, Tanjung Buntung, Sei Beduk, Nongsa, dan Botania.
“Seluruh puskesmas menjalankan CKG setiap hari. Pemeriksaan mencakup skrining kesehatan umum, pengecekan risiko penyakit kronis, hingga asesmen untuk usia produktif dan lanjut usia,” jelasnya.
Dari analisis data, peserta terbanyak berasal dari kelompok usia produktif, disusul kelompok lanjut usia. Partisipasi pemuda dan anak-anak juga terus meningkat seiring gencarnya sosialisasi di sekolah dan lingkungan.
Didi mengajak masyarakat yang belum mengikuti pemeriksaan untuk segera memanfaatkan fasilitas gratis tersebut. “CKG tidak dipungut biaya. Kami ingin masyarakat menyadari bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati,” tegasnya.
Program Cek Kesehatan Gratis diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun masyarakat Batam yang lebih sehat, sadar deteksi dini, dan terbiasa menerapkan pola hidup preventif. Pemeriksaan rutin, menurut Dinas Kesehatan, akan membantu menekan risiko penyakit kronis sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : GALIH ADI SAPUTRO