Buka konten ini

JAKARTA (BP) – PT Vivo Energy Indonesia sempat mengalami kekosongan stok akibat kuota impor yang habis pada akhir Agustus 2025. Sejak itu SPBU swasta tersebut tidak beroperasi.
Kali ini, mereka telah mendapatkan pasokan sebanyak 100 ribu barel bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina Patra Niaga.
Vivo pun telah mengumumkan stok produknya kembali tersedia. Revvo 92 kini bisa dibeli dengan harga Rp12.680 per liter. Melalui Instagram resmi, manajemen Vivo menyampaikan apresiasi kepada pelanggan dan menyediakan kanal pengecekan ketersediaan BBM di jaringan SPBU mereka.
Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan, suplai ini merupakan tindak lanjut arahan pemerintah, khususnya Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, agar badan usaha yang kehabisan kuota impor dapat memperoleh pasokan melalui skema kerja sama dengan Pertamina.
“Penyaluran pasokan BBM untuk BU Swasta Vivo sebanyak 100 ribu barel, setelah sebelumnya tahap pertama disalurkan kepada APR (BP-AKR) dengan volume sama,” ujarnya kemarin (24/11).
Roberth menyebutkan, seluruh proses pengadaan dilakukan sepenuhnya melalui mekanisme business to business (B2B). Mulai negosiasi volume, tender pemasok sesuai prinsip GCG, joint surveyor, hingga mekanisme open book. Seluruh tahapan diverifikasi berulang sebelum BBM dibongkar dan diterima Vivo. “Kolaborasi dengan badan usaha swasta menjadi bukti bahwa menjaga energi adalah kerja bersama demi ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Roberth memastikan suplai Pertamina telah memenuhi seluruh kebutuhan Vivo sesuai arahan pemerintah. “Pemenuhan energi bagi masyarakat adalah prioritas. Kami memastikan pasokan BBM tetap aman, berkualitas, dan mudah dijangkau,” pungkasnya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO