Buka konten ini
AUSTRALI (BP) – Ketersediaan mineral kritis Indonesia semakin menarik perhatian investor Australia. Pemerintah Canberra menegaskan bahwa sektor tersebut menjadi salah satu sasaran utama dalam upaya memperluas penanaman modal di Indonesia. Negeri Kanguru itu bahkan menyiapkan dana investasi hingga AUD 6,4 miliar untuk berbagai proyek di tanah air.
Pernyataan tersebut disampaikan Australia’s Assistant Minister for Foreign Affairs and Trade sekaligus Assistant Minister for Immigration, Hon Matt Thistlethwaite MP, dalam sesi dialog bersama media pada rangkaian Trade and Economic International Media Visit di Sydney–Melbourne, Senin (17/11).
Matt menilai Indonesia menghadapi tantangan serupa dengan Australia, yakni memiliki cadangan mineral kritis besar namun belum seluruhnya diolah di dalam negeri.
“Ada peluang kolaborasi yang signifikan. Australia memiliki kebijakan Future Made in Australia yang mendorong investasi dari perusahaan asing pada fasilitas pemrosesan lanjutan serta penguatan industri dalam negeri,” ujarnya.
Ia menambahkan, Australia juga ingin memperdalam kemitraan dengan Indonesia pada sektor prioritas lain seperti energi hijau, pertanian modern, dan pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, kedua negara memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri tersebut secara lebih progresif.
Dukungan itu semakin nyata lewat dana investasi jumbo yang disiapkan Canberra. Melalui kebijakan Invested, pemerintah Australia menyediakan AUD 2 miliar untuk kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO