Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Pelabuhan Roro Kuala Maras di Pulau Jemaja telah beroperasi dan mulai melayani aktivitas masyarakat. Beroperasinya pelabuhan ini menjadi angin segar bagi warga Jemaja karena membuka peluang peningkatan konektivitas antarwilayah.
Namun, saat ini Pelabuhan Kuala Maras baru disinggahi satu kapal, yakni KMP Bahtera Nusantara 01. Kapal tersebut berlayar dari Tanjunguban menuju Pontianak dan singgah di beberapa titik, termasuk Kuala Maras.
Tokoh masyarakat Jemaja, Ropi Kahardi, menilai pengoperasian pelabuhan tersebut perlu diikuti dengan penambahan armada agar manfaatnya lebih terasa bagi masyarakat lokal.
“Sudah waktunya armada kapal ditambah. Pelabuhan ini harus hidup dan benar-benar membantu arus lalu lintas masyarakat, bukan hanya sekadar buka tutup layanan,” kata Ropi Kahardi, Selasa (18/11).
Ia menekankan bahwa penambahan armada sangat penting, terutama untuk pelayanan rute pendek seperti Kuala Maras–Matak.
Rute ini sangat ditunggu masyarakat karena menjadi penghubung antar-kabupaten tanpa harus menempuh jarak yang jauh.
“Masyarakat kita bolak-balik ke Tarempa hampir setiap hari. Jadi, sangat pas kalau ada kapal yang khusus melayani rute Kuala Maras menuju Matak,” ujarnya.
Ropi menambahkan, kapal yang melayani rute tersebut tidak perlu berukuran besar. Kapasitasnya cukup seperti kapal roro yang melayani rute Tanjunguban–Telaga Punggur di Batam.
“Kalau ada kapal seperti itu, masyarakat bisa membawa kendaraan mereka sendiri. Jadi lebih hemat, tak perlu lagi sewa motor di Tarempa,” tutur Ropi.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Anambas, Abdul Kadir, membenarkan usulan penambahan armada sudah diajukan secara resmi. Usulan itu disampaikan kepada Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan ASDP.
“Sudah kita usulkan. Harapannya jenis kapal yang datang nanti sama seperti rute Tanjunguban–Telaga Punggur, sehingga mobilitas masyarakat bisa lebih lancar,” ujar Abdul Kadir.
Namun, ia menyebutkan realisasi penambahan armada kapal tidak bisa serta-merta dipastikan. Masih perlu pembahasan teknis dan kesiapan bersama antara Pemkab Anambas, BPTD, dan ASDP.
“Kita menunggu pembahasan lanjutan. Kalau semua pihak sepakat, insyaallah segera terealisasi,” kata Abdul Kadir. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY