Buka konten ini

NONGSA (BP) – Polda Kepri resmi memulai Operasi Zebra Seligi 2025 dengan menggelar apel pasukan di Lapangan Bhayangkara, Senin (17/11). Sebanyak 350 personel dikerahkan untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menegaskan Operasi Zebra merupakan operasi kepolisian terpusat yang digelar rutin setiap tahun oleh Korlantas Polri dan Polda seluruh Indonesia. Operasi ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas serta menjaga situasi tetap aman dan tertib.
“Operasi Zebra adalah langkah strategis dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Keselamatan di jalan harus menjadi kesadaran kolektif, bukan sekadar kewajiban,” ujar Asep.
Ia mengungkapkan, hasil Operasi Zebra Seligi 2024 mencatat 6.601 pelanggaran—angka yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, jumlah kecelakaan turun dari 40 menjadi 38 kejadian. Korban meninggal tetap empat orang, sementara korban luka berat naik dari tujuh menjadi lima belas. Korban luka ringan menurun dari 45 menjadi 41 orang.
Asep menilai tingginya pelanggaran menunjukkan perlunya edukasi dan pengawasan yang lebih intensif, terutama bagi pengendara sepeda motor dan pelajar yang menjadi kelompok paling rentan.
“Angka kecelakaan meningkat dari tahun sebelumnya. Karena itu, kami berharap Operasi Zebra 2025 mampu menekan angka kecelakaan dan pelanggaran,” tegasnya.
Operasi Zebra Seligi 2025 berlangsung selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025. Selama operasi, kepolisian melaksanakan sosialisasi, patroli di titik rawan kecelakaan, serta penegakan hukum melalui ETLE maupun tilang manual untuk pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
“Ini momentum untuk menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan tidak bisa ditawar,” kata Asep.
Dalam implementasinya, sebanyak 350 personel gabungan dari Polda Kepri dan seluruh Polres jajaran diterjunkan di lapangan. Kekuatan tersebut masih didukung TNI, Dinas Perhubungan, hingga Jasa Raharja. Sinergi lintas sektor ini diharapkan memperkuat efektivitas operasi.
Selain pengawasan, Polda Kepri juga berkolaborasi dengan Pemkot Batam dalam penataan rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan jalur kiri khusus sepeda motor dengan marka garis kuning. Jalur tersebut dirancang untuk meminimalkan potensi benturan antara kendaraan roda dua dengan kendaraan besar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tertib menggunakan jalur yang telah ditetapkan. Penegakan hukum tetap dilakukan, tetapi pendekatan kami selalu humanis,” ucapnya.
Asep mengingatkan, keberhasilan operasi tidak hanya bergantung pada jumlah personel atau banyaknya penindakan, tetapi pada tingkat kesadaran masyarakat. “Berapa pun personel diturunkan, jika masyarakat tidak disiplin, kecelakaan tetap tidak bisa dihindari. Kesadaran dari diri sendiri itu yang paling penting,” tuturnya.
Ia berharap Operasi Zebra Seligi 2025 mampu menciptakan arus lalu lintas yang lebih aman dan kondusif menjelang libur akhir tahun. Ia juga berpesan agar seluruh personel menjaga profesionalisme, integritas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Jadikan operasi ini sarana untuk semakin dekat dengan masyarakat dan menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas,” pungkasnya.
Operasi serupa juga dimulai Polresta Barelang pada Senin (17/11). Apel gabungan digelar di Mapolda Kepri dan diikuti sejumlah satuan fungsi dari berbagai jajaran.
Kabag Ops Polresta Barelang, AKP Yudi Kurniadi, selaku Karendalopsres Operasi Zebra Seligi 2025, mengatakan kegiatan tahun ini menitikberatkan upaya menekan angka kecelakaan. Salah satunya karena perubahan konstruksi jalan di beberapa ruas Batam yang membuat sebagian pengendara belum memahami cara berkendara yang benar.
“Di sinilah kami hadir untuk memberikan edukasi dan penertiban,” tegasnya.
Titik Putar Balik Ditutup, Kanalisasi Diperkuat
Satlantas Polresta Barelang memperkuat kanalisasi bagi pengendara roda dua dan roda empat. Langkah ini terbukti efektif menurunkan angka kecelakaan di sejumlah titik rawan seperti Jalan Jenderal Sudirman.
Polresta Barelang juga bekerja sama dengan Dishub Batam untuk menutup beberapa U-turn yang selama ini menjadi lokasi rawan kecelakaan. Penataan ulang arus lalu lintas diharapkan meningkatkan keselamatan, terutama pada jam sibuk.
Humanis, tetapi Tetap Tegas
Dalam Operasi Zebra, personel gabungan melakukan penilangan terhadap pelanggaran kasat mata serta memberikan sosialisasi. Penegakan tetap dilakukan secara humanis tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, mengimbau masyarakat melengkapi surat kendaraan dan mematuhi aturan lalu lintas.
“Keselamatan diri sendiri dan orang lain harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Edukasi lalu lintas juga dilakukan secara rutin melalui sekolah, kampus, komunitas, hingga media sosial. Polresta berharap kesadaran keselamatan dapat tumbuh sebagai budaya berkelanjutan di Batam.
Dengan sinergi kepolisian, Dishub, dan masyarakat, Operasi Zebra Seligi 2025 diharapkan menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman dan tertib di wilayah Barelang. (*)
Reporter : Eusebius Sara – YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO