Buka konten ini

KONSORSIUM Politeknik se-Kepulauan Riau (Kepri) yang dikoordinasikan Politeknik Negeri Batam (Polibatam) mendapat kepercayaan dari Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Minatsaintek), Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek, sukses melaksanakan Panen Raya Berdikari di Provinsi Kepri yang dilaksanakan di kampus Polibatam, Rabu, (12/11/2025).
Program ini bertujuan mendorong diseminasi, promosi, dan hilirisasi hasil riset serta produk inovasi tepat guna di daerah. Melalui kegiatan ini, diharapkan inovasi yang dihasilkan lembaga pendidikan vokasi dapat diadopsi industri dan masyarakat, sekaligus memberikan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi daerah.
Ada tiga agenda sehari di event ini, yaitu pameran produk inovasi tepat guna, lomba produk inovasi tepat guna, serta diskusi publik. Acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-25 Polibatam dan dibuka Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek, Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A., melalui teknologi Virtual Reality (VR) Panahan.
Rangkaian Dies Natalis ini terdiri dari delapan kegiatan yaitu: Wisuda, Panen Raya Berdikari, Star Festival, Leaders Talk, Polibatam Fun Walk, Polibatam Fun Run, Reuni Akbar Ikatan Alumni Polibatam, dan Hiliriset.
Direktur Polibatam, Ir Bambang Hendrawan ST, MSM, CIPMP, CISCP menyampaikan kegiatan ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan vokasi di Kepri untuk menunjukkan kontribusinya dalam penguatan ekosistem inovasi daerah.
“Kami ingin membangun budaya hilirisasi berkelanjutan, di mana hasil riset dan inovasi dari kampus dan SMK tidak berhenti di meja laboratorium, tetapi benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri,” ujarnya.
Ahmad Najib Burhani menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Polibatam dan Konsorsium Politeknik se-Kepri yang telah menjadi bagian dari gerakan nasional Panen Raya Berdikari. Ia menekankan pentingnya peran pendidikan vokasi dalam mempercepat hilirisasi hasil riset dan inovasi agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan dunia industri.
“Mari kita percepat hilirisasi di Kepri melalui kolaborasi pentahelix yaitu kolaborasi Politeknik di Kepri, industri/ dunia usaha, pemerintah daerah, komunitas/ asosiasi, dan media massa sehingga hasil riset benar-benar diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh industri dan masyarakat, kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi tersebut,” ujarnya.
Sebanyak 32 produk inovasi tepat guna dipamerkan dan dilombakan dalam kegiatan ini. Produk-produk tersebut merupakan hasil penelitian dosen bersama dengan mahasiswa dari Polibatam, Politeknik Pariwisata Batam, Politeknik Bintan Cakrawala, serta berbagai SMK di Kepri. Inovasi yang ditampilkan meliputi teknologi terapan, produk kreatif, serta solusi digital yang dirancang untuk menjawab kebutuhan industri dan masyarakat lokal.
Kegiatan diskusi publik dalam kegiatan ini mengusung tema: Akselerasi Hilirisasi Inovasi Vokasi untuk Penguatan Ekonomi Daerah. Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber yaitu Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek Ahmad Najib Burhani dan Pembina Industri Ahli Muda Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri, Hilda Thiovany S.T, M.A.B.
Diskusi publik berlangsung menarik dan interaktif karena menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari kalangan akademisi, pelaku industri, pemerintah daerah di Kepri, asosiasi atau komunitas, serta media massa di Kepri. Melalui diskusi publik ini, para peserta berdiskusi mengenai tantangan dan peluang dalam memperkuat rantai nilai hilirisasi inovasi di sektor vokasi.
Kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang bagi juara Lomba Produk Inovasi Tepat Guna. Para pemenang merupakan hasil seleksi berjenjang dari 32 produk inovatif yang dipamerkan dan dinilai dewan juri yang terdiri atas unsur akademisi, praktisi industri, dan pemerintah daerah. (adv)
Reporter : SUPRIZAL TANJUNG
Editor : GUSTIA BENNY