Buka konten ini

BATAM (BP) – Program nikah massal yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam dipastikan mengalami penjadwalan ulang. Kegiatan yang semula direncanakan berlangsung pada Oktober itu kini dipindah ke momentum Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag pada 3 Januari 2026.
Kepala Kemenag Kota Batam, Budi Dermawan, menjelaskan penundaan tersebut dilakukan karena rentetan agenda besar nasional maupun internal Kemenag yang berlangsung berdekatan, seperti Hari Santri, Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), serta Hari Guru Nasional.
“Makanya kita putuskan laksanakan di Hari Amal Bakti saja. Itu juga hari lahir dan ulang tahun Kementerian Agama, jadi lebih pas sebagai puncak perayaan,” ujar Budi, Jumat (14/11).
Meski dipindahkan ke Januari, Budi membuka peluang kegiatan tetap digelar lebih cepat pada Desember jika seluruh persiapan rampung.
“Kemungkinan Desember kita laksanakan nikah massal ini. Kuota tetap 100 pasangan, panitianya sudah ada,” lanjutnya.
Saat ini panitia tengah mematangkan aspek teknis, termasuk penentuan lokasi. Salah satu usulan yang mengemuka adalah memusatkan acara di Kecamatan Lubuk Baja.
“Lokasi lagi kita kaji karena ada yang minta lokasinya di Lubuk Baja. Nanti kita informasikan kembali setelah keputusan final,” jelas Budi.
Ia menegaskan bahwa program ini diprioritaskan bagi warga ber-KTP Batam yang kurang mampu dan membutuhkan fasilitasi untuk melegalkan pernikahan mereka baik secara agama maupun negara.
“Ini program untuk membantu masyarakat. Tidak ada satu pun dari kita yang ingin ada kejadian yang tidak diinginkan. Karena itu persiapan harus matang agar pelaksanaannya berjalan dengan baik dan peserta bahagia,” tuturnya.
Kuota peserta tetap dibatasi 100 pasangan dan tidak diperuntukkan bagi pelaku poligami, karena fokus program ini adalah membantu pasangan dengan keterbatasan finansial.
Kemenag Batam akan mengumumkan kepada peserta nikah massal jadwal pendaftaran setelah lokasi dan waktu pelaksanaan ditetapkan secara resmi. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK