Buka konten ini

SURABAYA (BP) – Pengembang properti tanah air makin optimistis seiring membaiknya kinerja ekonomi. Tidak hanya rumah tapak, mereka meyakini penjualan hunian vertikal bakal terkerek. Dengan momentum yang ada, kinerja sektor properti diprediksi terus tumbuh hingga tahun depan.
Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, menjelaskan bahwa masa paceklik industri properti telah berakhir. Salah satu pendorongnya adalah berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai mampu menggerakkan industri, termasuk pernyataan mengenai perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP) hingga 2027.
“Yang paling penting, suntikan dana Rp200 triliun ke bank itu benar-benar membantu kami. Karena cost of fund bank akan turun dan hasilnya bunga KPR juga menjadi rendah,” jelasnya saat membuka Pakuwon Group Anniversary Exhibition 2025 di Surabaya, Kamis (13/11).
Libur Panjang Picu Minat Belanja
Keyakinan itu turut diperkuat dengan jadwal hari libur panjang yang saling berdempetan. Dimulai dari Natal dan Tahun Baru, masyarakat langsung dihadapkan pada perayaan Imlek dan Idulfitri dalam waktu berdekatan. Menurut Sutandi, kondisi tersebut dapat memicu minat belanja masyarakat yang pada akhirnya menggerakkan aktivitas ekonomi lebih kencang.
Situasi tersebut dinilai menjadi peluang bagi pengembang untuk mempercepat penyerapan produk. Terutama bagi pengembang yang fokus membangun suplai, seperti Pakuwon Group.
Saat ini perusahaan mengantongi stok sekitar seribu unit apartemen dan 400 rumah tapak di Surabaya dan sejumlah kota besar lainnya. Pasokan itu sempat terhambat oleh kondisi awal tahun.
“Total stok kami memiliki nilai Rp2 triliun. Kami harap dengan kondisi yang ada serta tambahan strategi kami, stok itu bisa terserap,” tegasnya.
Salah satu strategi yang ditempuh adalah mempertahankan harga agar terasa tetap terjangkau. Selain itu, perusahaan menggandeng bank untuk menawarkan skema bunga rendah.
KPR Masih Dominan
Direktur Pakuwon Group, Fenny Louisa, menambahkan bahwa strategi tersebut sejalan dengan profil pembeli perusahaan. Hingga kini, penjualan melalui skema KPR masih mendominasi.
“Ini pertama kalinya kami memberikan bunga di bawah 1 persen bekerja sama dengan BCA. Seharusnya ini bisa mendorong calon konsumen mulai belanja properti,” tegasnya.
Head of Sales & Marketing Pakuwon Group, Liliani Harsono, menyebutkan pihaknya terus berupaya mendorong penjualan properti, terutama apartemen. Dari total stok senilai Rp2 triliun, 60 persen merupakan bangunan vertikal. Karena itu, pihaknya kembali memamerkan produk yang tersedia.
“Kali ini kami menargetkan transaksi senilai Rp250 miliar selama pameran,” jelasnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO