Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, secara resmi menutup gelaran akbar Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Nasional Tahun 2025 pada Kamis (13/11) malam lalu di Grand Ellhaji, Tangerang, Banten. Pada ajang ini, Provinsi Kepri berhasil menggondol 10 medali.
Momen penutupan OMI 2025 ini dihadiri oleh Dirjen Kemenag RI, jajaran eselon II Kemenag, Kepala Kanwil dan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) se-Indonesia, serta ratusan ofisial, guru pendamping, dan peserta terbaik olimpiade madrasah tingkat nasional.
Dalam ajang bergengsi ini, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengutus 11 peserta terbaiknya. Dengan semangat juang tinggi, kontingen Kepri berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih total 10 medali, yang terdiri dari 2 medali Perak dan 8 medali Perunggu (lihat tabel,red).
”Olimpiade Madrasah Indonesia ini adalah wujud nyata dari integrasi ilmu agama dan sains,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Kepri, Zulkarnain, dalam siaran pers Kemenag Kepri, Jumat (14/10).
Menurutnya, siswa madrasah tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi mereka juga harus unggul dalam bidang sains dan teknologi. Ditegaskannya, prestasi ini membuktikan bahwa anak-anak madrasah di wilayah Provinsi Kepri mampu bersaing di tingkat nasional.
“Capaian ini, tentunya menjadi menjadi tolok ukur bahwa pelajar mandrasah di Provinsi Kepri juga bisa bersaing di tingkat nasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mantan Kepala Kantor Kemenag Kota Batam ini secara khusus memberikan apresiasi atas semangat juang para peserta dan peran aktif para guru pendamping.
”Kami memberikan apresiasi yang mendalam atas semangat juang peserta dan peran aktif pendamping yang senantiasa aktif memberikan bimbingan dan pelatihan. Atas dedikasi merekalah yang membawa peserta hingga ke tingkat nasional dan meraih hasil membanggakan ini,” tutupnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY