Buka konten ini

BATAM (BP) – Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Batam di Bengkong dilaporkan mengalami diare massal, Selasa (11/11) setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Rabu (12/11), sejumlah siswa masih absen lantaran kondisi belum pulih sepenuhnya.

Gejala serupa dialami hampir bersamaan oleh para siswa. Mereka menduga keluhan itu muncul setelah makan siang dari penyedia katering MBG yang rutin melayani kebutuhan konsumsi sekolah. Sejumlah siswa mengaku mulai merasakan mual dan diare beberapa jam setelah pulang sekolah.
“Banyak yang nggak masuk hari ini karena masih sakit. Kemarin ada yang tiba-tiba harus pulang cepat,” ujar seorang siswa di depan sekolah.
Meski begitu, aktivitas belajar mengajar di MAN 2 Batam tetap berlangsung, meski jumlah siswa yang hadir menurun. Pihak sekolah memilih berhati-hati dalam memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan kabar simpang siur.
Rabu pagi, pihak sekolah juga membagikan formulir pendataan kepada seluruh wali murid dan siswa. Formulir tersebut meminta siswa menjelaskan kronologi munculnya gejala, termasuk waktu kejadian dan apakah dikaitkan dengan konsumsi menu MBG. Pendataan ini dilakukan untuk memetakan kasus sebelum laporan resmi disampaikan ke instansi kesehatan.
Kepala MAN 2 Batam, Ernawati, membenarkan adanya sejumlah siswa yang mengalami diare secara bersamaan. Namun, ia menegaskan penyebabnya belum dapat dipastikan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak puskesmas. Belum bisa dipastikan bahwa itu karena menu MBG. Apalagi sebagian siswa mengaku mulai diare pada malam hari,” jelasnya.
Ernawati meminta para orang tua tetap tenang dan mengimbau siswa yang masih mengalami gejala agar beristirahat di rumah serta melapor kepada wali kelas masing-masing.
Sementara itu, Koordinator SPPG Batam, Defri Frenaldi, membenarkan laporan mengenai sejumlah siswa yang mengeluh diare sudah diterima. Tim gabungan dari SPPG dan Dinas Kesehatan langsung turun ke sekolah untuk melakukan pemantauan dan pendataan.
“Belum dapat dipastikan keracunan. Memang benar ada sejumlah anak dengan keluhan diare, tetapi tidak ada yang sampai dirawat. Aktivitas sekolah masih berjalan seperti biasa,” ujar Defri.
Ia menambahkan, pihaknya masih melakukan pendataan jumlah siswa terdampak dan inspeksi terhadap penyedia makanan. Observasi lanjutan diperlukan untuk memastikan apakah gejala tersebut berkaitan dengan menu MBG atau disebabkan faktor lain.
Hingga kini, sekolah dan dinas kesehatan masih menunggu hasil observasi resmi sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Orang tua diminta terus memantau kondisi anak dan segera melapor jika gejala tidak membaik atau makin parah.
Kepala Kantor Kemenag Kota Batam, Budi Dermawan, memastikan pihaknya turut memantau perkembangan dugaan keracunan massal tersebut.
“Supaya informasinya jelas dan tidak simpang siur, kami menunggu hasil observasi tim kesehatan untuk memastikan penyebabnya,” ujarnya, Kamis (13/11).
Budi menegaskan, program MBG merupakan program pemerintah yang baik untuk mendukung kesehatan dan gizi siswa. Karena itu, ia berharap kejadian serupa tidak menimbulkan dampak negatif terhadap peserta didik.
“Kami semua tentu tidak menginginkan hal-hal yang tidak diharapkan. Maka, kami serahkan sepenuhnya kepada tim kesehatan untuk melakukan observasi,” tambahnya.
Menurut Budi, sebagian besar siswa MAN 2 Batam kini sudah kembali masuk sekolah. Namun, tim kesehatan tetap diminta melakukan wawancara kepada para siswa guna mengetahui gejala yang sempat mereka alami.
“Kondisi anak-anak sudah banyak yang pulih. Kami minta tim kesehatan tetap menggali informasi agar penyebabnya bisa diketahui dengan jelas,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan, dapur penyedia makanan MBG di Bengkong melayani beberapa satuan pendidikan madrasah lain, mulai dari MI, MTs, hingga MA. Namun, kegiatan belajar di sekolah lain masih berjalan normal.
“Karena ini masih tahap observasi, kami serahkan sepenuhnya kepada instansi kesehatan,” katanya.
Dari penelusuran Batam Pos, sedikitnya lebih dari 230 siswa MAN 2 Batam mengaku mengalami sakit perut, muntah, dan diare setelah menyantap menu daging dendeng dari paket MBG pada Selasa siang.
“Makanannya daging dendeng. Malamnya banyak yang mulai sakit perut dan diare. Rabu banyak yang nggak masuk sekolah, sebagian masih berobat,” ujar seorang siswa kelas X.
Para siswa mengatakan, porsi makanan MBG dikirim ke sekolah sekitar pukul 12.00–13.00 WIB. Mereka menduga daging yang disajikan tidak segar.
“Sebelumnya kalau ayam atau telur tidak pernah ada masalah. Baru kali ini, pas makan daging sapi,” kata siswa lain.
Defri menegaskan, pelaksana MBG di MAN 2 Batam adalah SPPG Bengkong Laut 2. Pihaknya bersama Dinas Kesehatan masih melakukan observasi dan pemeriksaan sampel untuk memastikan penyebab keluhan tersebut.
“Belum bisa kami pastikan. Semua masih dalam tahap pengecekan. Kita tunggu hasilnya,” pungkasnya. (***)
Reporter : Eusebius Sara – RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO