Buka konten ini
TAIPEI (BP) – Ekonomi Taiwan diperkirakan melesat hingga 6 persen pada 2025. Hal itu ditopang oleh kinerja kuat pada kuartal ketiga. Negara tersebut menikmati lonjakan permintaan global terhadap semikonduktor dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang tengah booming.
Kepala Badan Statistik Taiwan, Chen Shu-tzu, mengatakan, lonjakan permintaan cip mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada Juli–September mencapai 7,64 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Capaian itu jauh melampaui proyeksi para ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang hanya 6 persen.
“Kami awalnya memperkirakan pertumbuhan PDB kuartal ketiga sekitar 1 persen, namun ternyata mencapai 7,64 persen, sehingga mendorong revisi naik proyeksi tahunan,” ujar Chen saat rapat dengan parlemen, seperti dilansir Reuters kemarin (13/11).
Kinerja ekspor Taiwan melonjak tajam berkat tren teknologi AI, terutama permintaan cip untuk keperluan komputasi dan pusat data (data center) global. Peningkatan tersebut berhasil mengimbangi dampak tarif ekspor 20 persen ke Amerika Serikat yang diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump.
Taiwan merupakan pusat rantai pasok teknologi dunia bagi perusahaan besar seperti Nvidia. Negeri itu juga menjadi rumah bagi Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), produsen cip kontrak terbesar di dunia yang menjadi tulang punggung pengembangan AI.
Lembaga Statistik Taiwan dijadwalkan merilis proyeksi resmi akhir tahun 2025 serta pembaruan perkiraan 2026 pada 28 November mendatang. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO