Buka konten ini

PORTIMAO (BP) – Marco Bezzecchi hampir pasti mengunci posisi ketiga klasemen pembalap MotoGP 2025. Itu setelah pembalap Aprilia tersebut memenangi MotoGP Portugal di Sirkuit Algarve, Portimao, pada Minggu (9/11) malam. Sementara pesaing terdekatnya,Francesco Bagnaia (Ducati), kembali terjatuh dan gagal meraih poin.
Kemenangan di Portimao jadi yang kedua bagi Bezzecchi musim ini sekaligus ketiga bagi Aprilia. Sebaliknya, Pecco – sapaan Bagnaia – sudah empat kali beruntun gagal menyelesaikan race utama atau kelima dalam enam seri terakhir.
Capaian bertolak belakang itu membuat jarak Bagnaia dengan Bezzecchi melebar jadi 35 poin. Dengan hanya 37 poin tersisa pada seri terakhir di Valencia pekan depan (16/11), maka peluang Bagnaia untuk merebut kembali posisi ketiga hampir pasti tertutup.
Bagaimana tidak, Bagnaia harus menang sprint dan balapan utama di Valencia serta sekaligus berharap Bezzecchi tidak boleh dapat lebih dari dua poin. Skenario yang nyaris mustahil. Bahkan, alih-alih mengejar peringkat ketiga, posisi Bagnaia masih bisa tergeser lagi karena dia hanya unggul dua poin dari Pedro Acosta (KTM Factory) yang berada tepat di bawah.
”Bezzecchi lebih pantas mendapatkan posisi ketiga dibandingkan aku,” kata Bagnaia dikutip dari GPOne. Lebih lanjut, juara dunia dua kali MotoGP tersebut tidak merasa motor Ducati sebagai masalah. ”Tidak. Menurutku Ducati masih motor terbaik di semua aspek, keandalan, kelincahan, aerodinamika. Tetapi, tahun ini aku-lah yang kesulitan memanfaatkan potensi motor ini,” bebernya.
Meski begitu, Bagnaia menilai yang dibutuhkannya saat ini bukan libur panjang untuk me-refresh diri. ”Aku justru ingin musim baru segera dimulai,” kata pembalap kelahiran Turin, Italia, 28 tahun lalu itu. ”Memulai dari nol, mungkin dengan cara kerja yang berbeda seperti dua balapan terakhir,” imbuhnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO