Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Upaya memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar Asia Timur kembali mendapat angin segar. Perwakilan perdagangan Republik Indonesia (RI) di Korea Selatan resmi menggandeng Pemerintah Kota Goyang untuk memperluas pemasaran kopi Tanah Air di Negeri Ginseng.
Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan, Husodo Kuncoro Yakti, dan Wali Kota Goyan,g Lee Dong-hwa, di Distrik Ilsan, Goyang, akhir pekan lalu.
Menurut Husodo, kerja sama ini menjadi pintu masuk penting bagi ekspor kopi Indonesia. Dia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Goyang tengah menyiapkan diri menjadi pusat distribusi kopi nasional Korea Selatan pada 2028. ”Kami harap, adanya pusat distribusi kopi di Goyang ini dapat mendongkrak konsumsi kopi Indonesia di Korea Selatan,” ujar Husodo.
Nilai Strategis
Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Seoul, Marviana Sendi, menilai MoU tersebut memiliki nilai strategis jangka panjang. ”MoU ini merupakan kesempatan bagus untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar kopi Korea Selatan. Selain itu, MoU ini menjadi pintu masuk untuk cakupan kerja sama yang lebih luas lagi dengan Goyang Special City,” ungkap Marviana.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Goyang menunjuk Good Neighbors, organisasi kopi terkemuka di Korea Selatan, untuk memberikan pendampingan teknis dan pelatihan sumber daya manusia bagi mitra dari Indonesia. Good Neighbors akan bekerja sama dengan Koperasi Enrekang Timur Kasiturutan (ETIKA) di Sulawesi Selatan sebagai pemasok utama biji kopi Indonesia. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO