Buka konten ini
BATAM (BP) – Cuaca di Kota Batam dalam beberapa hari terakhir terasa tidak menentu. Hujan deras disertai angin kencang dan petir kerap mengguyur secara tiba-tiba di berbagai wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam menyebut fenomena ini merupakan dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Kalmaegi yang tengah aktif di Laut Cina Selatan.
Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Ramlan, menjelaskan bahwa siklon tropis yang berkembang dari bibit Siklon 98W itu memicu peningkatan kecepatan angin, pembentukan awan konvektif tebal, serta hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah kawasan.
“Meskipun pusat siklon berada jauh di barat Filipina, efek tidak langsungnya tetap dirasakan di Batam dalam bentuk hujan deras dan angin kencang,” ujar Ramlan, Rabu (5/11).
Siklon Tropis Kalmaegi, lanjutnya, memiliki kecepatan angin maksimum 130 kilometer per jam dengan tekanan udara mencapai 970 hPa. Dalam 24 jam ke depan, kekuatannya diprediksi akan meningkat. Meski bergerak menjauhi wilayah Indonesia, sistem angin yang ditimbulkannya tetap berdampak pada pembentukan awan hujan di wilayah Kepulauan Riau, termasuk Batam.
BMKG mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap potensi genangan air, pohon tumbang, dan sambaran petir selama periode cuaca ekstrem ini. “Kami mengingatkan warga agar menunda aktivitas luar ruangan saat hujan deras dan memastikan saluran air di lingkungan tetap bersih agar tidak terjadi genangan,” katanya.
Tak hanya daratan, kondisi laut di sekitar Kepri juga ikut terdampak. BMKG memperkirakan gelombang sedang dengan ketinggian mencapai 2,1 meter berpotensi terjadi di wilayah Anambas, Natuna, dan Kepulauan Tambelan mulai 6 hingga 9 November 2025.
Ramlan menyebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. “Dari unsur pemerintah sudah dilakukan apel kesiapsiagaan dan pengecekan peralatan pendukung,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan operator kapal, nelayan, serta masyarakat pesisir agar memperhatikan prakiraan cuaca maritim sebelum berlayar. “Kami sarankan memantau informasi cuaca melalui laman resmi maritim.bmkg.go.id agar aktivitas di laut tetap aman,” tutur Ramlan.
Meski gelombang tinggi lebih berpotensi terjadi di perairan utara Kepri, Batam tetap perlu waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak. “Kondisi cuaca bisa berubah cepat, terutama karena pengaruh sistem tekanan udara dari Laut Cina Selatan,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : GALIH ADI SAPUTRO