Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Isu pengelolaan sampah di Kota Batam menjadi sorotan utama dalam kunjungan Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Pelaksana Kontraktor dan Konstruksi Nasional (DPN APPEKNAS) Kepri ke kantor Batam Pos, Jumat (31/10).
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh jajaran Batam Pos. Kedua pihak membahas berbagai gagasan inovatif dalam mencari solusi pengelolaan sampah di Kota Batam.
Ketua DPN APPEKNAS Kepri, Gilbert Hoo, menyampaikan, persoalan sampah di Batam memerlukan sinergi lintas sektor tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga pelaku usaha dan media.
“Kami ingin berkontribusi menciptakan solusi nyata untuk mengatasi sampah di Batam. Media seperti Batam Pos memiliki peran besar membangun kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Dalam diskusi itu, Batam Pos menekankan pentingnya edukasi publik melalui pemberitaan positif dan kampanye lingkungan berkelanjutan. Media dinilai berperan sebagai jembatan antara pelaku usaha, pemerintah, dan warga dalam membentuk perilaku sadar lingkungan.
“Kami sepakat untuk berkolaborasi dalam isu pengelolaan sampah. Dengan kerja sama yang baik, Batam bisa menjadi kota yang bersih dan tertata,” kata Direktur sekaligus Pemred Batam Pos, Raden Yusuf Hidayat.
DPN APPEKNAS Kepri juga menyoroti rencana penggunaan alat pembakar sampah tanpa bahan bakar sebagai salah satu inovasi teknologi ramah lingkungan yang sejalan dengan kebutuhan pengelolaan sampah di Batam.
Kedua pihak berkomitmen melanjutkan kerja sama dalam program kesadaran lingkungan dan edukasi publik ke depan. Langkah ini diharapkan menjadi contoh sinergi positif antara dunia konstruksi dan media dalam mewujudkan Batam sebagai kota bersih dan berkelanjutan. (*)
Reporter : Juliana Belence
Editor : RATNA IRTATIK