Buka konten ini

Tangan sering jadi perantara bagi ribuan kuman penyebab berbagai penyakit. Cara menyingkirkan ribuan kuman ini cukup mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Kebiasaan kecil ini terbukti mampu menurunkan risiko infeksi, diare, hingga pneumonia secara signifikan.

MENURUT Global Handwashing Partnership, yang dikutip dari laman Kemenkes Dirjen Pelayanan Kesehatan, mencuci tangan dapat menurunkan risiko infeksi saluran napas akut sebanyak 16-23 persen, penurunan risiko pneumonia sebanyak 50 persen, penurunan pada infeksi neonatal, serta penurunan risiko diare hingga 48 persen. Mencuci tangan dengan sabun juga terbukti mengurangi kematian bayi terkait infeksi sebesar 27 persen dan mencegah penyakit lain seperti Ebola, SARS, dan Covid-19.
Sayangnya, kesadaran untuk melakukan cuci tangan yang baik dan benar dengan air mengalir dan sabun masih sangat rendah. Menurut studi dalam American Society for Microbiology, hanya sekitar 83 persen orang yang membersihkan tangannya setelah menggunakan toilet umum dan hanya 19 persen orang di seluruh dunia yang mencuci tangannya setelah buang air besar. Maka dari itu sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui langkah cuci tangan serta kapan perlunya cuci tangan guna kesehatan pribadi dan orang di sekitar kita.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan panduan cara mencuci tangan secara efisien dan efektif. Berikut 6 langkah mudah efektif membunuh kuman di tangan:
1. Ratakan sabun pada ke dua telapak tangan
2. Gosok punggung tangan dan sela-sela jari tangan kiri dan kanan
3. Gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari
4. Jari-jari sisi dalam dari ke dua tangan secara bergan tian
5. Gosok ibu jari berputar dalam genggaman tangan dan lakukan pada kedua ibu jari secara bergantian
6. Gosok ujung-ujung jari dengan posisi mengun cup pada telapak tangan dengan gerakan berputar secara bergantian.
IPCN (Infection Prevention and Control Nurse) Rumah Sakit Awal Bros, Ns. Novita Simbolon, S.Kep, M.Kep,. FISQua, mengatakan bahwa mencuci tangan ada dua jenis, yakni dengan antiseptik/hand sanitizer yang berbasis alkohol dan dengan sabun dan air mengalir.
Menurut Novita, ada waktunya kapan harus menggunakan antiseptik dan kapan cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. “Kita gunakan antiseptik kalau kita merasa tangan kita tidak kotor. Kalau tangan kita kotor, misalkan habis makan atau mau makan, kita cuci pakai sabun dengan air mengalir,” katanya, belum lama ini.
“Gak direkomendasikan pakai hand sanitizer karena ada cairan alkohol dan kimia, nanti malah sakit perut. Dan memang tidak terlalu bersih kalau mau makan pakai itu. Tapi kalau kita mau ke kamar pasien, boleh pakai hand sanitizer,” ucap Novita.
Lebih lanjut, Novita menjelaskan, dalam menggunakan antiseptik ada hitungan waktunya supaya kuman yang ada di tangan mati. Kalau menggunakan antiseptik waktunya 20-30 detik karena sifat alkohol menguap, sedangkan menggunakan sabun dan air mengalir selama 40-60 detik.
“Pakai sabun dan air mengalir lebih lama karena saat membilas pakai 6 langkah lagi, pakai tisu, matiin kran,” sambungnya.
Apakah ada rekomendasi jenis sabun atau antiseptik?
“Terserah, yang penting sabun atau antiseptik. Tapi ada juga yang alergi, maka kami sarankan pakai sabun atau antiseptik yang lembut di tangan,” katanya.
Novita juga mengatakan, setelah mencuci tangan sebaiknya gunakan kain atau tisu bersih untuk lap. “Kalau di rumah sakit pakai kain gak apa-apa, tapi satu kain untuk satu orang. Jangan satu kain digunakan untuk seribu orang, sampai kainnya basah. Yang direkomendasikan itu tisu selembar pakai buang,” tegasnya.
Menurutnya, mengubah perilaku seseorang agar disiplin dalam menjaga kebersihan memang agak susah, maka dari itu pihaknya serajin mungkin mengontrol petugas, mulai dari direktur, dokter, perawat, tukang kebun, tukang parkir harus diingatkan terus menerus pentingnya menjaga kebersihan tangan.
“Itu yang kami lakukan di rumah sakit, namun kalau di rumah, orang tua harus rajin dan sabar mengingatkan kepada anak-anaknya,” ujarnya.
Penyuluhan ke Sekolah dan Mal
Penyuluhan yang dilakukan IPCN RS Awal Bros tak terbatas pada internal rumah sakit. Namun, mereka juga gencar melakukan sosialisasi terkait kebersihan termasuk 6 langkah cuci tangan sesuai standar WHO ke sekolah-sekolah terutama di tingkat TK dan SD.
Alasannya, karena anak-anak adalah peniru ulung. Sehingga, materi tentang 6 langkah mencuci tangan yang disampaikan bisa ditiru oleh mereka yang nantinya akan menjadi kebiasaan.
“Meskipun mereka mungkin tidak paham sepenuhnya tapi mereka adalah peniru ulung, sehingga ketika mereka mau makan akan ingat bahwa sebelum makan harus cuci tangan, dan cuci tangan ada enam langkah,” ungkap Novita.
Tidak hanya di sekolah-sekolah, tim ini, kata Novita, juga rajin “menyusup” di kegiatan-kegiatan Awal Bros untuk menyosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan tangan supaya terhindar dari penyakit menular. Seperti kegiatan yang digelar di mal. (***)
Reporter : ANDRIANI SUSILAWATI
Editor : GUSTIA BENNY