Buka konten ini
BATAM (BP) — Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Batam akhirnya angkat bicara terkait kasus kematian pegawainya, Nurdia Rahmah Rery, 38, yang tewas di tangan suaminya, Salehuddin, 41, di hotel Capri by Fraser, kawasan Chinatown, Singapura, Jumat (24/10) lalu.
Melalui Humas Balai POM Batam, Trecy, pihaknya menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut.
“Benar bahwa almarhumah merupakan pegawai Balai POM di Batam. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya dan menyampaikan empati kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Trecy dalam keterangan resmi yang diterima Batam Pos, Selasa (28/10).
Ia menjelaskan, proses penanganan dan pemulangan jenazah telah difasilitasi oleh BPOM RI melalui koordinasi dengan keluarga dan otoritas berwenang.
“Saat ini, Balai POM Batam berfokus memberikan dukungan moril dan pendampingan internal kepada rekan kerja serta keluarga almarhumah,” tambahnya. Trecy juga mengenang Nurdia sebagai pribadi yang baik dan ramah di lingkungan kerja. “Dikenal baik,” ucapnya singkat.
Namun, saat disinggung soal motif pembunuhan, pihaknya enggan memberikan keterangan lebih jauh.
“Kami mohon pengertian semua pihak agar pemberitaan yang disampaikan tetap menghormati privasi keluarga almarhumah dan tidak menimbulkan dampak tambahan bagi pihak-pihak yang berduka,” kata Trecy.
Sementara itu, kasus kematian Nurdia kini masih dalam proses hukum di Singapura. Suaminya, Salehuddin, telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan dan ditahan oleh otoritas setempat.
Menurut sumber yang mengetahui jalannya persidangan, Salehuddin sempat memohon agar kasus tersebut diekstradisi ke Indonesia, namun permintaan itu ditolak oleh majelis hakim.
“Permintaan untuk diekstradisi sudah disampaikan terdakwa, namun majelis menolak karena locus delicti terjadi di Singapura,” ujar sumber tersebut, Selasa (28/10).
Kasus ini pertama kali terungkap setelah polisi Singapura menemukan jasad Nurdia pada Kamis (24/10) di kamar hotel tempat pasangan itu menginap. Salehuddin menyerahkan diri ke pos polisi dan mengaku telah menghabisi nyawa istrinya.
Korban diketahui tinggal di salah satu perumahan di kawasan Nongsa. Perempuan asal Pekanbaru itu menyewa rumah di salah satu kompleks perumahan Kelurahan Batubesar, Nongsa. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK