Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Ketenangan dini hari di Kelurahan Letung, Kecamatan Jemaja, mendadak berubah panik. Amaliana, 39, bersama ketiga anaknya nyaris menjadi korban kebakaran di rumah mereka pada Minggu (26/10) sekitar pukul 03.00 WIB.
Saat kejadian, keluarga itu tengah tertidur lelap. Tiba-tiba, listrik di rumah padam. Mengira pemadaman berasal dari PLN, Amaliana menyalakan senter ponsel untuk memeriksa. Namun, ia terkejut melihat asap mengepul dari kamar tidur anaknya.
“Waktu lampu mati, saya nyalakan senter dari HP. Rupanya bukan padam dari PLN, tapi dari meteran. Di kamar anak juga sudah ada kepulan asap,” ceritanya.
Begitu membuka pintu kamar, api langsung membesar. Panik, ia segera membangunkan anak sulungnya untuk menyelamatkan diri.
“Alhamdulillah anak saya bisa diselamatkan. Biasanya mereka tidur bertiga, tapi malam itu cuma anak saya yang besar yang tidur di kamar itu,” ucapnya lega.
Warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal segera berdatangan membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Setelah sekitar 30 menit berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan.
Saat insiden terjadi, suami Amaliana, Hengki, tidak berada di rumah karena sedang berada di Tarempa untuk menunggu pelantikan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp40 juta. Api melahap sejumlah barang berharga seperti pakaian, perlengkapan sekolah, uang tabungan anak, dua kasur, televisi, tiga lemari, dan satu kamar tidur. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO