Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Salsabilla Hadi Pamungkas (19) dan Alarice Mallica Prakoso (17) tampil meyakinkan pada Kejuaraan Dunia Senam Artistik ke-53 di Indonesia Arena, Jakarta.
Namun, itu belum cukup untuk meraih tiket putaran final semua alat.
Ya, kedua pesenam memang berpartisipasi dalam semua nomor aparatus: lompat galah, palang sejajar, balok keseimbangan, dan senam lantai. Salsabilla meraih skor total keseluruhan 44,432 (lompat galah: 12,933, palang sejajar: 9,800, balok keseimbangan: 10,266, lantai: 11,433), sementara Alarice menyusul dengan 44,266 poin (lompat galah: 11,900, palang sejajar: 10,600, balok keseimbangan: 10.000, lantai: 11,766).
Pelatih senam artistik Indonesia, Eva Butar Butar, menilai kedua anak didiknya mampu menjaga ketenangan menghadapi pesenam dunia yang terbiasa tampil di Olimpiade.
“Mereka mampu mengatasi rasa gugup dan memberikan upaya terbaik mereka dengan tetap mengutamakan keselamatan,” katanya.
Menurutnya, pengalaman ini akan menjadi batu loncatan yang berharga bagi masa depan pesenam. Terutama saat mengincar tampil di Olimpiade Los Angeles 2028.
Sayangnya, satu pesenam putri lainnya. Larasati Rengganis tak bisa tampil lantaran cedera patah tulang jari yang dialaminya sehari sebelum latihan podium.
Manajer tim nasional Indra Sibarani menjelaskan, saat latihan palang sejajar, ada sedikit kesalahan dalam genggamannya. Itu menyebabkan jarinya membentur palang. Meski demikian, antusiasme Laras tetap tinggi. Dia tetap mengikuti latihan podium dan bahkan menguji tiga alat dengan eksekusi yang bersih. “Namun, dua hari kemudian, terjadi pembengkakan, dan tangannya semakin sulit digerakkan. Tim medis akhirnya memutuskan untuk menariknya dari kompetisi,” terangnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG