Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Kasus kematian Harsyad, 53, pegawai Imigrasi Tarempa yang ditemukan tewas di semak-semak menuju Kampung Flores, Desa Tarempa Selatan, mulai menemui titik terang. Setelah melakukan penyelidikan intensif selama beberapa hari, aparat kepolisian akhirnya berhasil menangkap seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku.
Terduga pelaku berinisial ASM, 20, diamankan oleh tim dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepulauan Anambas pada Selasa malam (21/10), sekitar pukul 23.20 WIB. ASM ditangkap di kawasan Gang Mawar, Kampung Baru, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, tak jauh dari SD 003 Tarempa. Proses penangkapan berjalan lancar tanpa perlawanan berarti dan disaksikan langsung sejumlah warga.
“Malam tadi memang ramai. Polisi datang, terus langsung bawa orang itu. Pak RT juga hadir sebagai saksi,” kata Galang, salah satu warga yang melihat kejadian tersebut dari kejauhan, Rabu (22/10).
Ketua RT 002/RW 002 Kelurahan Tarempa, Bambang, turut menyaksikan proses pengamanan pelaku di lokasi. Setelah ditangkap, ASM dibawa ke Polsek Siantan untuk menjalani pemeriksaan awal. Kapolres Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, juga hadir memantau langsung proses interogasi terhadap pelaku sebelum ASM dipindahkan ke Mapolres untuk penyelidikan lanjutan.
Informasi yang diperoleh dari sejumlah saksi menguatkan dugaan bahwa ASM merupakan pria misterius yang sempat menjemput Harsyad dari rumahnya pada Jumat dini hari (17/10), sekitar pukul 02.00 WIB. Beberapa jam setelah dijemput, korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di semak-semak, memicu kehebohan di kalangan warga Tarempa.
Kapolres Anambas membenarkan penangkapan tersebut, namun belum memberikan keterangan rinci terkait motif maupun kemungkinan keterlibatan pihak lain. “Kita masih melakukan pendalaman dan pengembangan. Tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain,” ujarnya singkat.
Sebelumnya, kasus kematian Harsyad telah menarik perhatian luas, termasuk dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menipas), Agus Andrianto. Ia telah memerintahkan tim intelijen untuk berkoordinasi dengan kepolisian guna mengusut tuntas peristiwa tersebut.
Sebagai bagian dari proses penyelidikan, autopsi jenazah korban telah dilakukan di TPU Desa Tarempa Barat pada Selasa (21/10), dipimpin oleh Kepala RS Bhayangkara Polda Kepri, AKP Leonardo, dengan didampingi tiga tenaga medis dari Polda Kepri.
Sementara itu, pihak keluarga korban sebelumnya menyatakan bahwa Harsyad terakhir terlihat bersama seorang pria berciri-ciri mengenakan jaket berpenutup kepala (hoodie), yang menjemputnya pada dini hari.
Pria itu kini diduga adalah ASM yang telah diamankan pihak kepolisian. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO