Buka konten ini

BATAM (BP) – Upaya meningkatkan keselamatan pelayaran bagi masyarakat pesisir terus digencarkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam. Pada Selasa (21/10), KSOP Batam menggelar kampanye keselamatan pelayaran di Kantor Camat Sagulung dengan menyerahkan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 30 dan 60 mil, e-Pas Kecil, serta 75 life jacket gratis kepada para motoris kapal dan nelayan.
Kepala KSOP Khusus Batam, M. Takwin Masuku, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin keselamatan masyarakat di laut.
“Ini kegiatan berkelanjutan dan sudah ketiga kalinya kami lakukan. Kami akan terus berkoordinasi dengan camat dan lurah untuk mendata kapal-kapal masyarakat yang belum memiliki dokumen pelayaran,” ujarnya.
Menurut Takwin, pendataan dilakukan agar KSOP dapat turun langsung melakukan pengukuran kapal dan menerbitkan dokumen resmi seperti e-Pas Kecil dan SKK bagi motoris.
“Program ini memberikan kepastian keselamatan pelayaran, baik bagi motoris kapal maupun masyarakat yang setiap hari menggunakan transportasi laut,” tambahnya.
Dari data KSOP Batam, sejak akhir 2024 hingga kini hampir 800 e-Pas Kecil telah diterbitkan untuk kapal tradisional dan nelayan. Tahun ini, KSOP menargetkan tambahan 200 hingga 300 dokumen baru, bergantung laporan dari pihak kecamatan dan kelurahan.
“Untuk kegiatan hari ini, kami menyerahkan 90 e-Pas Kecil dan 40 SKK, semuanya gratis. Dengan dokumen ini, pemilik kapal memiliki legalitas yang sah sekaligus kemudahan dalam pengurusan BBM bersubsidi,” terang Takwin.
Ia menegaskan, kepemilikan e-Pas Kecil bukan sekadar urusan administrasi, tetapi juga membuka akses pada berbagai fasilitas resmi, termasuk bantuan pemerintah.
“Kalau kapal sudah terdaftar, status kepemilikan jelas. Saat butuh BBM bersubsidi atau bantuan lain, mereka tidak akan kesulitan lagi,” jelasnya.
Selain dokumen, KSOP Batam juga menggencarkan edukasi keselamatan pelayaran dengan mendirikan stasiun life jacket. Saat ini dua stasiun telah beroperasi di Sekupang dan Belakangpadang. Dua lokasi lain, Sagulung serta Pulau Buluh–Bulang, menjadi target berikutnya.
“Karena stasiun di Sagulung belum ada, kami bagikan langsung 75 life jacket hari ini. Kalau nanti stasiun sudah siap, sistemnya bergilir: ambil di stasiun, pakai, lalu kembalikan lagi. Jadi lebih terkontrol,” papar Takwin.
Ia menambahkan, ke depan KSOP akan mewajibkan penggunaan life jacket bagi penumpang kapal.
“Kami edukasi masyarakat secara bertahap. Kalau sudah ada stasiun, tidak boleh lagi naik kapal tanpa life jacket. Ini bukan untuk membatasi, tapi demi keselamatan mereka sendiri,” tegasnya.
Sebagai informasi, SKK 60 mil berfungsi seperti SIM bagi pengemudi kapal, sedangkan e-Pas Kecil merupakan surat tanda kebangsaan kapal dengan tonase di bawah 7 GT yang umumnya digunakan kapal tradisional dan nelayan kecil.
Dengan program berkelanjutan ini, KSOP Batam berharap kesadaran masyarakat pesisir terhadap keselamatan di laut semakin meningkat.
“Kami ingin memastikan setiap kapal yang berlayar dari Batam telah memenuhi aspek legalitas dan keselamatan. Karena keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Takwin.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Batam M. Rudi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah KSOP Batam. Ia menilai program keselamatan pelayaran ini sejalan dengan fungsi Komisi III yang membidangi sektor perhubungan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada KSOP dan seluruh pihak, termasuk perusahaan yang turut berperan. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi nelayan dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan serupa perlu terus digalakkan.
“Selain membantu nelayan memiliki dokumen resmi, program ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan saat melaut,” tambah Rudi. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK