Buka konten ini

BATAM (BP) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mengingatkan masyarakat Kepulauan Riau (Kepri) untuk mewaspadai perubahan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Perubahan cuaca yang cepatdari panas terik menjadi hujan deras diprakirakan akan berlangsung hingga akhir tahun ini.
Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Ramlan, mengatakan, wilayah Kepri saat ini masih berada pada periode musim hujan yang diperkirakan akan berlangsung hingga Desember mendatang.
“Puncak musim hujan akan terjadi pada November,” ujarnya kepada wartawan, Senin (20/10).
Menurut Ramlan, kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini dipengaruhi oleh suhu udara yang cukup panas dan adanya siklon tropis di utara Filipina.
“Dampaknya, cuaca bisa berubah cepat. Pagi bisa panas, lalu tiba-tiba hujan deras di siang atau sore hari,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun nelayan yang melaut. “Waspadai potensi hujan disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah pesisir,” tambah Ramlan.
BMKG juga merilis prakiraan cuaca maritim untuk wilayah Kepri yang berlaku mulai Selasa (21/10) hingga Jumat (24/10). Dalam periode tersebut, sejumlah perairan di Kepri diperkirakan mengalami peningkatan tinggi gelombang yang berpotensi membahayakan pelayaran.
Pada Selasa (21/10), tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai 1,8 meter atau kategori sedang di Perairan Kepulauan Anambas, Natuna, Karimun, Bintan, dan Tambelan.
Kemudian pada Rabu (22/10), gelombang berpotensi meningkat hingga 2 meter di perairan Natuna, Anambas, Batam, Bintan, Lingga, dan Tambelan. Sementara pada Kamis (23/10), ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 1,6 meter di Perairan Natuna, Anambas, Subi, Tambelan, dan Lingga.
BMKG mengategorikan gelombang setinggi 1,25 hingga 2 meter sebagai gelombang sedang, yang dapat berisiko bagi kapal nelayan dan kapal kecil.
“Bagi masyarakat pesisir dan nelayan, sebaiknya memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar. Pantau terus informasi cuaca dari BMKG agar aktivitas tetap aman,” tegas Ramlan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi potensi genangan air atau banjir lokal akibat meningkatnya curah hujan di beberapa wilayah Kepri, terutama di daerah rendah dan sekitar saluran air.
BMKG mengingatkan, fenomena hujan lokal yang disertai angin kencang dapat terjadi secara tiba-tiba. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak berlindung di bawah pohon besar atau papan reklame saat hujan deras melanda.
“Meski secara umum kondisi masih terkendali, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, terutama memasuki puncak musim hujan pada November nanti,” pungkas Ramlan. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK