JAKARTA (BP) – Minat baca memegang peranan penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia yang unggul. Melalui membaca, seseorang dapat memperluas wawasan, menambah pengetahuan, serta melatih kemampuan berpikir kritis.
Di tengah arus informasi yang begitu cepat, kemampuan untuk memahami dan memilah informasi menjadi sangat penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu atau informasi yang menyesatkan. Budaya membaca ini tentunya akan menjadi pondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing tinggi.
Untungnya, minat baca atau literasi masyarakat Indonesia hingga kini tampak meningkat. Hal ini disampaikan langsung oleh Marthius Wandi Budianto, Direktur Big Bad Wolf (BBW) Indonesia, yang merupakan penyelenggara bazar buku internasional terbesar di dunia.
”Jujur sangat senang sekali dengan melihat peningkatan minat baca dari teman-teman di seluruh Indonesia,” kata Wandi pada acara “Partners Day BBW Indonesia 2025” di Jakarta, Rabu (8/10) lalu.
Meski begitu, dia mengungkapkan belum ada data valid terkait generasi ataupun age group mana yang menyumbang signifikan terkait minat baca. Namun, secara pribadi dirinya berpendapat bahwa anak-anak lah yang menyumbang angka paling banyak terkait meningkatnya minat baca.
Dia menekankan, hal ini bukan tanpa alasan. Sebab, buku-buku saat ini telah jauh berkembang secara jenis ataupun model.
Bahkan, buku saat ini mempunyai sound book, touch & feel book, dan pop-up book. Alhasil, buku tampak menarik dan banyak yang beralih lagi ke buku fisik.
”Karena mereka ternyata mulai sadar, oh belajar menggunakan aplikasi atau e-book itu justru banyak distraction ya. Karena biasanya pakai gadget, notifikasi WhatsApp, TikTok, malah lebih distraction. Makanya mereka balik lagi ke buku cetak juga. Dan kita lihat, justru bahkan dari penjualan kita, paling banyak itu buku anak-anak,” jelas dia.
Sementara itu, peralihan ini juga dirasakan oleh orang tua. Sebab, membaca menggunakan aplikasi melalui gadget seringkali terasa lebih lelah.
”Sedangkan kalau kita menggunakan buku yang masih pakai buku fisik, mereka bisa membaca jauh lebih lama dan konsentrasi lebih lama dan bisa menikmati waktu mereka membaca,” ungkap dia.
Di sisi lain, Bazar Buku Internasional BBW Books akan kembali hadir di Jakarta, tepatnya di NICE PIK 2, Jakarta Utara mulai 23 Oktober hingga 2 November 2025. Bazar ini akan berlangsung setiap hari pukul 09.00–22.00 WIB dan akan buka 24 jam penuh pada Sabtu dan Minggu. Untuk masuk, pengunjung tak akan dikenakan biaya.
Sementara itu, Andrew Yap, Pendiri BBW Books, menjelaskan, Jakarta selalu menjadi rumah utama yang spesial bagi BBW. Pada tahun ini akan dibawa lebih banyak buku, lebih banyak kegiatan, dan lebih banyak hadiah.
”BBW bukan hanya tentang membeli buku, juga tentang membangun kebiasaan membaca yang bisa menjadikannya gaya hidup sehari-hari untuk menginspirasi dan memotivasi. Kami ingin setiap pengunjung merasakan bahwa membaca adalah perjalanan yang seru, bukan kewajiban,” tukas dia. (*)
Reporter : jp group
Editor : Alfian Lumban Gaol