Kamis, 2 April 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Sepekan Batam: Duka, Korupsi Persero, dan Harapan

Sepekan terakhir, Batam diselimuti rentetan
peristiwa yang meninggalkan jejak duka sekaligus peringatan bagi semua. Dari tragedi di galangan kapal hingga keluhan warga soal pelayanan publik, inilah potret dinamika kota industri yang tak pernah sepi dari cerita.

Seorang jaksa dari Kejari Batam memberikan edukasi hukum kepada pelajar dalam kegiatan Jaksa Masuk Sekolah di salah satu SMA di Batam, Kamis (16/10). Program ini mengajak siswa bijak bermedia sosial dan menjauhi perilaku melanggar hukum. F. Dok Kejari Batam/BP
Proses evakuasi jenazah berinisial S, 47, ditemukan tewas tergantung di atas pohon di kawasan Bukit Caramel atau Bumi Bismillah, Kecamatan Galang, Batam, pada Kamis (16/10). F. Polsek Galang untuk Batam Pos
Tim gabungan melakukan razia kendaraan di depan kantor Dinas Perhubungan Kota Batam, Selasa (14/10). F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Evakuasi korban ledakan kapal tanker Federal II milik PT ASL Shipyard. Ada sebelas pekerja tewas, dan 20 lainnya luka-luka dalam peristiwa tersebut. F. Istimewa untuk Batam Pos

Ledakan dahsyat mengguncang galangan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Rabu (15/10) dini hari. Kapal tanker MT Federal II terbakar hebat saat proses perbaikan. Sepuluh pekerja tewas, 21 lainnya luka-luka.

Kepulan asap hitam pekat terlihat dari kejauhan, membuat warga sekitar panik. Pihak kepolisian dan tim gabungan masih menyelidiki penyebab kebakaran yang diduga terkait pelanggaran prosedur keselamatan kerja (K3).

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa industri galangan harus memperketat penga­wasan demi keselamatan para pekerjanya. Selanjutnya ada berita Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam resmi menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan penutupan asuransi aset PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam atau PT Persero Batam pada PT Berdikari Insurance Cabang Batam selama periode 2012–2021. Total kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp2,22 miliar.

Kepala Kejari Batam, I Wayan Wiradarma, mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memperoleh empat alat bukti yang sah di antaranya 15 keterangan saksi, dua keterangan ahli, serta surat dan petunjuk lain yang mengarah pada perbuatan melawan hukum dan perbuatan yang merugikan keuangan negara.

Selanjutnya, ratusan pelajar di Batam mendapat pembekalan penting dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam melalui program “Jaksa Masuk Sekolah” (JMS). Kegiatan yang digelar di salah satu SMA di Batam ini bertujuan menanamkan kesadaran hukum sejak dini, khususnya terkait penggunaan media sosial yang sehat dan bertanggung jawab.

Ada juga sejumlah instansi kembali menggelar razia gabungan kendaraan bermotor di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Selasa (14/10). Kegiatan ini melibatkan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IV Kepulauan Riau, Dishub Batam, dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kepri. Razia difokuskan pada penertiban kendaraan yang wajib uji dan kepatuhan pembayaran pajak kendaraan.

Terakhir juga ada peristiwa, dimana deorang pria berinisial S, 47, ditemukan tewas tergantung di atas pohon di kawasan Bukit Caramel atau Bumi Bismillah, Kecamatan Galang, Batam, pada Kamis (16/10) sore. Korban yang merupakan warga Nongsa itu pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang memancing, dan diperkirakan telah meninggal lebih dari dua hari sebelum ditemukan.

Tragedi, kehilangan, dan harapan publik seakan menjadi potret dinamis kota industri ini. Batam terus bergerak cepat membangun, namun tetap perlu jeda untuk berbenah.
Dari galangan hingga setiap kisah yang tersaji menjadi pengingat bahwa keselamatan, pelayanan, dan kepedulian adalah fondasi penting bagi kota yang terus tumbuh. (***)

Reporter : TIM BATAM POS / Editor : JAMIL QASIM