Buka konten ini

RIGA (BP) – Thomas Tuchel menuntaskan target awal bersama timnas Inggris dengan meloloskan The Three Lions – sebutan timnas Inggris – ke Piala Dunia 2026. Inggris menjadi negara Eropa pertama yang melangkah ke Piala Dunia yang kali pertama dihelat di tiga negara, Kanada-Amerika Serikat-Meksiko, tersebut.
Tuchel pun meraihnya dengan capaian istimewa. Pelatih asal Jerman berjuluk Si Profesor itu membawa Harry Kane dkk menyapu bersih enam laga kualifikasi zona UEFA di grup K, termasuk dengan mengalahkan Latvia lima gol tanpa balas di Stadion Daugava, Riga, kemarin (15/10). Bukan hanya itu. Gawang The Three Lions yang dikawal Jordan Pickford mencatat tanpa kebobolan!
Komposisi Bek Berubah-ubah
Hal itu memunculkan pertanyaan apakah Pickford atau lini pertahanan Inggris sangat tangguh? Atau memang para penyerang dari Latvia, Albania, Serbia, maupun Andorra sebagai lawan-lawan Inggris di grup K yang lemah?
Ketika melawan Latvia, Tuchel menurunkan komposisi empat bek yang berubah. Hanya Ezri Konsa (Aston Villa) yang bertahan dari starter dalam laga kualifikasi sebelumnya lawan Serbia (10/9). Lainnya adalah John Stones (Manchester City), Djed Spence (Tottenham Hotspur), dan Myles Lewis-Skelly (Arsenal) yang bukan pilihan reguler di klubnya musim ini.
Anderson-Rice Dobel Pivot Ideal
Lantas, apa yang membuat gawang Inggris sulit dibobol? Seperti diulas media-media Inggris seperti The Mirror dan BBC, The Three Lions telah menemukan dobel pivot ideal. Declan Rice (Arsenal) mendapatkan partner serasi, gelandang Nottingham Forest Elliot Anderson. Sejak debut lawan Andorra (7/9), Anderson bertandem dengan Rice dalam empat laga terakhir.
Itu termasuk saat mengalahkan Wales dalam laga persahabatan di Stadion Wembley, London, pekan lalu (10/10). Anderson-Rice sukses menjadi benteng di depan benteng pertahaan Inggris seperti diulas ITV.
’’Declan dan Elliot adalah dua dari tiga gelandang tengah terbaik di Premier League musim ini (selain Ryan Gravenberch dari Liverpool FC, Red). Aku beruntung memiliki keduanya,’’ kata Tuchel dilansir dari Football London.
Nasib Bellingham
Performa solid Anderson-Rice seperti respons Tuchel ketika memilih tidak memanggil gelandang Real Madrid Jude Bellingham sehingga membuat fans marah. Bahkan, di Riga,
fans Inggris masih menyanyikan chant sarkas untuknya. Di akhir laga Tuchel hanya tersenyum dengan hujatan itu. ’’Humor orang Inggris itu menyenangkan,’’ selorohnya.
Jika Anderson-Rice mampu mempertahankan soliditas, Bellingham bisa terpinggirkan sebagai starting XI The Three Lions andai Tuchel bertahan dengan dobel pivot (4-2-3-1). Di sisi lain, untuk posisi lain yang bisa direbut Bellingham seperti gelandang serang, persaingan lumayan ketat karena Morgan Rogers (Aston Villa) tampil bagus di kualifikasi dan masih ada nama lain seperti Eberechi Eze (Arsenal). (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO