Buka konten ini

Kini, setiap langkah petugas Polri yang mengetuk pintu rumah warga tak lagi identik dengan urusan hukum. Mereka datang membawa harapan, menyalakan semangat bagi yang sakit, dan menumbuhkan rasa percaya di hati masyarakat. Di Kepulauan Anambas, seragam cokelat itu kini punya makna baru, bukan hanya simbol ketegasan, tapi juga ketulusan.
SUARA ketukan pintu terdengar pelan di rumah kayu milik Nek Aminah, 72 tahun, di Desa Sri Tanjung, Kepulauan Anambas. Di luar, dua orang berpakaian dinas polisi berdiri sambil membawa tas medis. “Selamat pagi, Nek. Kami dari Klinik Polri, mau periksa kesehatan ya,” sapa salah satu dari mereka ramah.
Nenek Aminah tersenyum. Ia sudah beberapa minggu tak sanggup ke puskesmas karena lututnya sakit untuk berjalan jauh. “Alhamdulillah, ada polisi datang bantu. Saya kira polisi cuma nangkap orang, ternyata bisa juga periksa orang sakit,” ujarnya sambil tertawa kecil.
Pemandangan seperti itu kini makin sering terlihat di Anambas. Melalui Klinik Polri, jajaran Polres Kepulauan Anambas menghadirkan layanan kesehatan jemput bola. Petugas datang langsung ke rumah warga yang sakit, terutama para lansia atau mereka yang kesulitan bepergian.Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, mengatakan program ini berawal dari kepedulian terhadap warga di pulau-pulau yang jauh dari fasilitas medis.
“Banyak masyarakat kita yang sudah tua atau sakit tapi tak bisa datang ke puskesmas. Karena itu, kami putuskan untuk datang langsung,” ujarnya saat ditemui Rabu (15/10).
Sejak diluncurkan beberapa waktu lalu, layanan ini mulai mendapat sambutan positif. Sejumlah warga sudah merasakan manfaatnya, meski jangkauannya belum merata di seluruh wilayah. “Masih sebagian yang tahu. Ke depan kami ingin semua warga bisa memanfaatkan layanan ini,” katanya.
Tak hanya pemeriksaan kesehatan, Polres Anambas juga menyiapkan layanan antar-jemput pasien menggunakan mobil dinas. Jika ada warga yang perlu dirawat di puskesmas atau rumah sakit, petugas siap menjemput langsung ke rumah. “Masyarakat nggak perlu khawatir kalau nggak ada kendaraan,” tambahnya.
Di balik program ini, ada semangat pengabdian yang kuat. Kapolres menegaskan, Polri ingin hadir di tengah masyarakat bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk memberi bantuan kemanusiaan. “Kami ingin Polri bisa menjadi sahabat masyarakat. Datang bukan hanya saat ada masalah, tapi juga ketika mereka butuh pertolongan,” tuturnya.
Kini, cukup dengan menghubungi Polsek terdekat atau nomor 0853-5528-8428, warga bisa meminta kunjungan petugas Klinik Polri. Tim medis akan datang sesuai kebutuhan dan kondisi pasien.
Di mata warga seperti Nek Aminah, kehadiran polisi yang datang membawa stetoskop terasa menenangkan. “Rasanya seperti punya anak sendiri yang peduli,” katanya pelan, sambil menggenggam tangan petugas yang memeriksa tekanan darahnya.
Di tengah jarak pulau yang berjauhan dan fasilitas kesehatan yang terbatas, inisiatif kecil seperti ini memberi arti besar. Polisi yang dulu dikenal tegas di jalan, kini hadir dengan wajah yang lebih hangat, mengulurkan tangan bagi warga yang membutuhkan uluran kasih. (***)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO