Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai industri pegadaian tetap tangguh menghadapi fluktuasi ekonomi nasional. Meskipun indeks keyakinan konsumen (IKK) sempat melemah, kondisi tersebut tidak memberi dampak signifikan terhadap bisnis gadai. Justru, sektor ini dinilai mampu memperluas akses pembiayaan masyarakat dengan nilai ekonomi yang tinggi.
Per Agustus 2025, total penyaluran pembiayaan gadai tercatat mencapai Rp108,30 triliun, naik 28,67 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menegaskan bahwa usaha gadai tetap menjadi salah satu sektor andalan karena berbasis agunan.
“Sifatnya secure lending, ada aset yang menjadi dasar pembiayaan,” ujarnya seusai peluncuran Roadmap Pengembangan dan Penguatan Pegadaian 2025–2030 di Jakarta, Minggu (13/10).
Agusman menambahkan, OJK juga tengah merancang peta jalan (roadmap) pengembangan industri bullion yang menjadi bagian integral dari sektor pergadaian. Program ini mencakup kegiatan gadai emas, tabungan emas, pembiayaan emas, hingga pendanaan berbasis emas.
“Artinya, pelaku usaha gadai bisa ikut dalam aktivitas bullion selama mematuhi ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyoroti pentingnya peran industri pegadaian dalam memperkuat inklusi keuangan nasional.
Ia menekankan bahwa sektor ini harus dikelola secara sehat, tangguh, adaptif, dan berkeadilan. “Peluncuran roadmap ini menegaskan komitmen kita menjadikan pegadaian bukan hanya penyedia pinjaman, tetapi juga mitra pemberdayaan ekonomi rakyat,” tuturnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO