Buka konten ini
PROGRAM Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bagi pelajar SMA dan SMK negeri se-Kepulauan Riau terancam berhenti pada 2026 mendatang. Kelanjutan program tersebut masih bergantung pada ketersediaan anggaran daerah.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Andi Agung, mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah program SPP gratis akan berlanjut pada 2026 atau tidak. Yang jelas, program tersebut tetap berjalan pada 2025 ini.
“Untuk tahun depan, lihat saja nanti. Kami serahkan ke komite ke depannya,” kata Andi Agung kepada Batam Pos, Senin (22/9).
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kepri akan berupaya penuh agar program SPP gratis yang meringankan beban orang tua dapat terus berjalan. Namun, kebijakan itu tetap bergantung pada kondisi anggaran.
“Sesuai harapan gubernur, SPP tetap gratis. Tapi, anggaran untuk tahun depan masih kami hitung. Berikan kami waktu dulu,” ujarnya.
Tahun ini, Disdik Kepri telah mengucurkan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk menjalankan program tersebut.
Besaran anggaran setiap tahun terus berubah, seiring bertambahnya jumlah peserta didik SMA dan SMK negeri.
“Untuk tahun ini, anggaran sudah kami sediakan. Totalnya Rp50 miliar lebih,” sebutnya.
Program SPP gratis ini bertujuan meringankan beban orang tua sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi muda di Kepri. Program tersebut sudah berjalan sejak pertengahan 2024.
Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, memastikan bahwa program seragam gratis untuk pelajar SMA dan SMK masih terus berlanjut pada 2026 mendatang. Terlebih, program tersebut dapat membantu para orang tua.
”Masih akan berjalan. Sekarang juga tetap jalan, karena SPP tidak berubah kebijakannya,” pungkasnya. (***)
Reporter : Mohamad Ismail
Editor : RYAN AGUNG