
Kecelakaan maut terjadi di pertigaan Tiban Center, Sekupang, Sabtu (30/8). Sebuah mobil crane berwarna biru dengan nomor polisi BP 9764 ZE melaju kencang dari arah Sekupang menuju pertigaan Tiban Center. Diduga, pengemudi kehilangan kendali hingga menabrak satu mobil dan tiga sepeda motor yang sedang berhenti di lampu merah.
Menurut saksi mata di lokasi kejadian, mobil crane tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Sekupang. Diduga mengalami rem blong, kendaraan menabrak taman jalan, lalu menghantam mobil Wuling yang berisi pasangan suami-istri dan seorang anak, serta beberapa motor di sekitarnya.
Akibat kecelakaan ini, satu orang tewas di lokasi, sementara sopir truk crane melarikan diri. Hal ini dibenarkan Kapolsek Sekupang, Kompol Hipal Tua Sirait. “Dugaan sementara, satu orang meninggal dunia. Korban yang berada di dalam mobil ditemukan dalam kondisi terjepit,” ujar Kompol Hipal.
Korban meninggal diketahui bernama Renny Aryany Mawuntu, 54, warga Putri Hijau Batuaji. Korban Renny dievakuasi dan sempat dibawa ke Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam di Sekupang.
Menurutnya, proses evakuasi berlangsung dramatis karena korban terjepit. Petugas bersama warga harus berhati-hati dalam mengevakuasi korban agar tidak memperburuk keadaan atau membahayakan keselamatan penumpang lainnya.
Sementara saksi mata, Anhar, yang berada di lokasi kejadian, mengatakan truk tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dan langsung menabrak kendaraan yang berhenti. ”Truknya langsung menabrak mobil dan motor di depan. Sopirnya kabur dan lari untuk menyelamatkan diri,” ujar Anhar.
Benturan keras itu membuat sebuah mobil Wuling ringsek, masuk ke bawah kolong truk. Di dalam mobil tersebut terdapat pasangan suami-istri dan seorang anak. ”Suami dan istri diduga sudah meninggal, anaknya selamat,” kata Anhar.
Selain mobil Wuling, truk crane tersebut juga menabrak tiga sepeda motor yang sedang berhenti di lampu merah. ”Satu pengendara Mio dan satu pengendara Shogun juga diduga meninggal dunia, sementara pengendara Vario merah berhasil selamat,” ungkap Anhar.
Reza, saksi lain yang berjualan kopi di tepi jalan Tiban Indah, mengatakan truk melaju tanpa mengurangi kecepatan saat memasuki jalur lambat menuju Tiban Center. Setelah menabrak median jalan, sopir meloncat keluar dari kabin dan kabur, sementara truk terus melaju menghantam kendaraan di depannya.
Suasana di sekitar simpang Vitka pun berubah kacau. Warga berlarian membantu korban, sementara teriakan anak kecil dari dalam mobil Wuling terdengar pilu. ”Ramai sekali orang teriak-teriak,” ujar Reza.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Posisi mobil Wuling yang tertindih truk menyulitkan petugas untuk mengeluarkan korban. Tiga unit crane dikerahkan untuk mengangkat truk tersebut, dan evakuasi memakan waktu lebih dari satu setengah jam.
“Ada gangguan karena banyak warga yang menonton, tapi petugas tetap fokus. Kami sempat minta warga memberi ruang,” kata Budi, petugas Damkar yang ikut dalam evakuasi.
Setelah berhasil dievakuasi, sopir mobil Wuling ditemukan sudah meninggal dunia. ”Korban ditemukan terjepit di kursi pengemudi,” ujar Budi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam, Azman, juga membenarkan satu korban tewas di dalam mobil tersebut.
Sementara itu, Kasubdit I Satlantas Polresta Barelang, Iptu Andika, mengatakan pihaknya sedang mengumpulkan data dan memeriksa sejumlah saksi untuk menyelidiki kronologi kecelakaan dan jumlah korban. “Kami masih menyelidiki kejadian ini,” katanya.
Kasatlantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief, menambahkan pihaknya tengah memburu sopir truk yang melarikan diri. “Sopirnya masih dalam pengejaran,” ujar Kompol Afiditya. (***)
Reporter : Fiska Juanda – Azis Maulana
Editor : Mohammad Tahang