Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Seiring perkembangan layanan kesehatan masyarakat, kebutuhan fasilitas Magnetic Resonance Imaging (MRI) di Indonesia terus meningkat. Sayangnya, layanan MRI masih bergantung pada fasilitas pengisian ulang helium. Kondisi ini membuat ketersediaan layanan MRI di tanah air cukup rentan.
Dokter spesialis saraf Fritz Sumantri Usman menuturkan, kemandirian dari helium sangat penting dalam layanan MRI. Namun, menurutnya tantangan yang lebih besar adalah memperluas kapasitas dan meningkatkan keahlian di bidang MRI.
“Indonesia sangat membutuhkan lebih banyak sistem MRI untuk memenuhi permintaan pasien yang terus meningkat. Namun, teknologi saja tidaklah cukup,” kata Fritz dalam keterangannya, Rabu (27/8). “Radiolog dan teknisi terampil merupakan akar dari hasil diagnostik yang akurat.”
Ia menambahkan, MRI istimewa bukan hanya karena kemampuan pencitraannya yang canggih, tetapi juga karena kemudahan penggunaannya. Hal itu memungkinkan para profesional mengoptimalkan alur kerja serta memberikan hasil yang lebih cepat dan lebih tepat. Menurutnya, inovasi seperti ini akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat infrastruktur kesehatan di Indonesia.
Sementara itu, dokter spesialis radiologi Yonathan William menyoroti kerentanan sistem MRI di Indonesia yang masih bergantung pada pengisian ulang helium.
“Di Indonesia, permintaan pemeriksaan dengan MRI terus meningkat,” ujarnya di sela peluncuran Magnetom Flow Platform di Jakarta.
Namun, kata Yonathan, rumah sakit di Indonesia menghadapi risiko besar akibat ketergantungan pada pasokan helium. Tantangan suplai global membuat kondisi ini tidak hanya mahal, tetapi juga sulit diprediksi secara operasional.
Dengan hadirnya platform bebas helium yang ditawarkan Magnetom Flow Platform, hambatan terbesar dalam kepemilikan MRI berkelanjutan di tanah air dapat diatasi.
“Ini merupakan terobosan penting yang memastikan pasien tetap memperoleh akses tanpa batas terhadap layanan diagnostik yang menyelamatkan nyawa mereka,” jelas Yonathan.
President Director Siemens Healthineers Indonesia Alfred Fahringer menambahkan, lewat Magnetom Flow Platform pihaknya ingin memastikan penyedia layanan kesehatan dapat memperluas akses pasien terhadap pencitraan berkualitas, menekan risiko operasional, serta mempersiapkan layanan pencitraan agar tetap relevan dan tangguh di tengah kebutuhan yang terus meningkat.
“Bagi rumah sakit, hal ini memberi keuntungan seperti penekanan biaya, menghindari downtime (pemberhentian operasional MRI), serta mampu melayani lebih banyak pasien secara efisien,” jelasnya.
“Sedangkan bagi pasien, platform tersebut memberi keuntungan, seperti pemeriksaan yang lebih cepat, lebih nyaman, dengan tingkat akurasi dan keandalan tinggi.” (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO