Minggu, 15 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Penyelamat Penjualan Otomotif di Tengah Melemahnya Daya Beli Masyarakat

Suzuki Fronx

JAKARTA (BP) – Sektor otomotif nasional tetap menunjukkan dinamika menarik, kendati situasi ekonomi nasional secara umum masih belum stabil.
Salah satu buktinya adalah Suzuki Fronx. SUV bergaya coupe yang baru tiga bulan diluncurkan itu langsung mencetak prestasi luar biasa di pasar otomtif Indonesia.
Dalam laporan data penjualan terbaru per Juli 2025, Fronx diklaim menyumbang 28 persen dari total penjualan ritel Suzuki dan mendominasi segmen mobil penumpang dengan porsi 47 persen.

Capaian ini menegaskan bahwa konsumen masih mencari kendaraan yang sepadan dengan kebutuhan efisiensi dan harga terjangkau, meskipun tren pasar otomotif tengah diuji kondisi ekonomi.

Menariknya, 89 persen penjualan Fronx berasal dari varian hybrid. Angka ini mencerminkan semakin tingginya kesadaran publik terhadap efisiensi bahan bakar dan isu lingkungan.
Dengan harga BBM yang kian memberatkan konsumen, mobil hybrid menjadi solusi yang lebih rasional bagi masyarakat yang ingin tetap memiliki kendaraan pribadi namun tetap hemat di kantong.

“Pencapaian ini membuktikan strategi produk kami tepat sasaran. Fronx hadir bukan sekadar mengikuti tren, tapi memimpin perubahan,” ujar Randy R. Murdoko, Dept. Head 4W Sales PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Keberhasilan Fronx juga tercermin di ajang GIIAS 2025, di mana model ini menjadi penyumbang 38 persen penjualan Suzuki sekaligus meraih penghargaan Favorite Passenger Car Crossover.

Efek domino Fronx membuat penjualan ritel Suzuki secara keseluruhan naik 20 persen, menembus lebih dari 5.500 unit.
Sektor mobil penumpang tumbuh 17 persen, sedangkan mobil komersial seperti New Carry naik 26 persen. Kombinasi ini mengangkat posisi Suzuki ke tiga besar merek mobil terlaris nasional pada Juli 2025.

Meski daya beli masyarakat masih tertekan akibat inflasi dan kenaikan biaya hidup, tren penjualan Fronx menunjukkan ada ruang tumbuh di sektor otomotif, terutama bagi produk yang menawarkan nilai lebih, baik dari sisi efisiensi maupun teknologi ramah lingkungan.

Sepanjang Juli 2025, model hybrid berkontribusi 68 persen dari total penjualan mobil penumpang Suzuki. Fakta ini sekaligus menandakan bahwa konsumen mulai beralih dari sekadar mencari harga murah menjadi mencari kendaraan yang ekonomis dalam jangka panjang.

Suzuki sendiri menegaskan akan melanjutkan strategi multi-pathway menuju netralitas karbon, dengan memperkuat lini hybrid serta menghadirkan layanan purnajual yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami optimistis momentum positif ini bisa berlanjut. Fokus kami adalah menghadirkan kendaraan yang efisien, ramah lingkungan, dan tetap terjangkau bagi konsumen,” tambah Randy. (***)

Reporter : JP GROUP
Editor : Alfian Lumban gaol