Buka konten ini

PANGKALPINANG (BP) – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Atase Perdagangan RI Hanoi mencatat produk makanan ringan Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar 266 ribu dolar AS atau setara dengan Rp4,28 miliar dalam pameran industri makanan dan minuman Vietfood Beverage & Propack 2025 di Ho Chi Minh City, Vietnam.
Atase Perdagangan RI Hanoi, Addy Perdana Soemantry, mengatakan capaian potensi transaksi dalam pameran ini menegaskan keunggulan posisi produk makanan dan minuman ringan Indonesia di pasar Vietnam.
”Potensi transaksi sebesar 266 ribu dolar AS masih akan terus bertambah seiring tindak lanjut inquiries pascapameran,” ujar Addy di Pangkalpinang, Jumat (22/8) dikutip dari Antara.
Ia menyebut industri makanan dan minuman Vietnam sangat kompetitif. Namun tetap terbuka peluang besar bagi perusahaan-perusahaan Indonesia untuk masuk, terutama untuk produk olahan seperti wafer, biskuit, minuman manis, dan makanan ringan ekstrusi (chiki dan wafer).
Menurutnya, pengeluaran bulanan masyarakat Vietnam untuk makanan dan minuman diperkirakan bertambah seiring pertumbuhan populasi usia muda.
Addy mencatat, beberapa komoditas makanan dan minuman ekspor unggulan Indonesia ke Vietnam adalah kue kering, biskuit, pastri, makanan olahan cokelat, kembang gula, sereal, dan minuman ringan.
Vietnam juga merupakan importir terbesar pertama sereal dan makanan sereal Indonesia dengan nilai mencapai 41,50 juta dolar AS pada 2024.
Pada periode yang sama, Vietnam menjadi importir terbesar kedua produk minuman manis dari Indonesia dengan nilai 20,92 juta dolar AS.
Untuk komoditas roti dan kue kering, biskuit, dan pastri asal Indonesia, Vietnam menjadi importir terbesar ketiga dengan nilai 93,70 juta dolar AS.
Dari sisi produk makanan dari cokelat dan kembang gula Indonesia, Vietnam menjadi importir terbesar kelima untuk dengan nilai 16,10 juta dolar AS.
Pada Januari-Juni 2025, total perdagangan Indonesia dengan Vietnam tercatat sebesar 8,28 miliar dolar AS, dengan ekspor Indonesia ke Vietnam 5,24 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari Vietnam 3,04 miliar dolar AS. Indonesia surplus terhadap Vietnam sebesar 2,20 miliar dolar AS.
Sementara itu, pada 2024, total perdagangan Indonesia dengan Vietnam mencatatkan nilai 15,99 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke Vietnam tercatat sebesar 9,51 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari Vietnam 6,48 miliar dolar AS. Indonesia surplus 3,02 miliar dolar AS. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY