Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan Indonesia menjadi rumah besar bagi perdamaian. Sehingga semua pemeluk agama bisa hidup damai di tengah-tengah masyarakat. Untuk menjaga hubungan antar umat beragama tetap harmonis, mereka melibatkan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Diantara PTKI yang berkomitmen menghalau segala potensi perpecahan masyarakat adalah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-80 mereka jadikan momen mempererat kerukunan antar umat beragama. Diantaranya lewat Dialog Kebangsaan dan Pancacinta, yang dilanjutkan dengan kegiatan Aksi Bersih Rumah Ibadah, yang diselenggarakan bersama Ditjen
Pendidikan Islam Kemenag
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menuturkan, Kemerdekaan Indonesia harus diperingati dengan rasa syukur yang amat mendalam. Khususnya atas nikmat 80 tahun yang telah dilalui dalam kerukunan dan kebhinekaan. Dia menekankan bahwa Indonesia rumah bersama bagi seluruh warga bangsa.
”Maka dalam rumah besar ini semua agama, budaya dan tradisi telah terbenuk ruang untuk hidup berdampingan dalam damai,” katanya di Jakarta (18/8).
Suyitno menegaskan, civitas akademika PTKI siap menghalau berbagai potensi keretakan yang mengganggu kerukunan antar umat beragama.
Sementara itu Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Sahiron mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, dengan memperteguh kerukunan antar umat beragama, tak lain juga untuk memuluskan jalan menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.
”Terimakasih kepada bapak ibu sekalian yang telah mensukseskan rangkaian kegiatan yang sangat luar biasa dalam rangka memperingati Kemerdekaan RI yang ke-80 ini,” katanya.
Sahiron mengatakan Kemenag berharap Indonesia terus maju, sampai kemudian kita mendapatkan the golden age of Indonesia. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO