Buka konten ini

Kapal tongkang tanpa muatan hanyut dan menghantam permukiman warga di Kampung Tua Dapur 12, RT 02/RW 09, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Rabu (13/8) dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB ini dipicu angin kencang disertai gerimis yang melanda kawasan pesisir tersebut.
Tongkang yang datang dari arah jalur pelayaran kapal-kapal galangan di Sagulung awalnya sempat berhenti di dekat permukiman. Namun, tak lama kemudian, hembusan angin kencang kembali mendorongnya hingga hanyut dan menabrak rumah warga serta fasilitas nelayan. Benturan keras itu menyebabkan kerusakan parah di lokasi.
Data sementara mencatat empat rumah, dua keramba, lima pompong, tiga kelong, dan satu jaring nelayan mengalami kerusakan berat. Beberapa aset bahkan tenggelam atau hilang terseret arus laut. Warga setempat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan mengaku kehilangan sumber mata pencaharian dalam semalam.
Rumah-rumah yang rusak parah di antaranya milik keluarga Pandi, Narti, Jamal, dan Murni. Keramba ikan milik Murni ikut hancur, sementara jaringnya hilang terbawa arus.
“Rumah sudah rapuh dan goyang, tidak bisa ditempati. Makanya kami mengungsi,” ungkap Narti, salah satu korban yang kini tinggal sementara di rumah kerabatnya.
Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan laporan masuk dari warga sekitar pukul 00.00 WIB.
“Malam tadi saat kejadian, anggota langsung ke lokasi,” ujarnya. Personel kepolisian juga membantu mengevakuasi barang-barang warga yang terdampak.
Husnul menambahkan, hingga kini pihaknya belum menerima laporan adanya korban jiwa. “Kerusakan hanya pada bangunan rumah dan aset nelayan, tidak ada korban jiwa. Kami masih mendata total kerugian,” tegasnya. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan lurah dan camat setempat untuk penanganan pascakejadian.
Murni, korban lainnya, mengaku melihat langsung tongkang itu hanyut terbawa arus dan tertiup angin kencang sebelum menabrak bangunan. “Benturan cukup keras, sampai beberapa rumah roboh sebagian, pompong rusak, dan keramba hancur,” ujarnya. Ia bersama warga lain berupaya mengamankan perahu mereka agar tidak ikut terseret atau tertabrak.
Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, menyebut penanganan kasus ini sudah dikoordinasikan dengan Satuan Polisi Perairan Polresta Barelang. “Satpolair sudah turun dan akan melakukan langkah-langkah lanjutan untuk menyelidiki penyebab hanyutnya tongkang ini,” katanya.
Hingga Rabu (13/8) pagi, sejumlah warga masih sibuk membersihkan puing dan mengevakuasi barang yang tersisa. Beberapa rumah yang terdampak kini dalam kondisi miring dan tak layak huni. Warga berharap ada bantuan perbaikan dari pihak terkait agar mereka bisa segera kembali tinggal di rumah masing-masing.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan jalur pelayaran di sekitar permukiman pesisir. Warga Kampung Tua Dapur 12 berharap pemerintah, otoritas pelabuhan, dan pemilik kapal mengambil langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terulang, terutama saat musim angin kencang. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG