Buka konten ini
SAGULUNG (BP) – Masyarakat Batuaji dan Sagulung mendesak pemerintah menutup atau menertibkan tempat hiburan malam (THM) dan hotel yang kerap memicu keributan. Tuntutan itu menguat setelah serangkaian insiden kekerasan kembali terjadi, termasuk bentrokan di Pub Winner, kawasan Mal Top 100 Tembesi, 13 Juli lalu, yang mengakibatkan seorang pengunjung terluka.
“Ini bukan pertama kalinya. Sejak tempat hiburan itu ada, sering sekali ribut sampai pagi. Kami sudah bosan hidup dalam ketakutan,” kata Sunardi, warga Seilekop.
Warga menilai kekerasan di THM sudah menjadi pola berulang. Sebelumnya, pembunuhan terhadap pelaut Denny P. Makahinda di Cafe Marbun, Seilekop, juga memicu gelombang protes.
Selain itu, praktik prostitusi terselubung, termasuk yang melibatkan anak di bawah umur, hingga kasus suami mendapati istrinya bekerja sebagai wanita penghibur di sebuah kafe di Seibinti, ikut menambah keresahan.
Di sekitar RS Elisabeth Seilekop, musik bising, kendaraan berknalpot keras, dan pengunjung mabuk membuat pasien terganggu.
Dalam rapat koordinasi bersama kelurahan, Satpol PP, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa, warga sepakat mendesak penutupan kafe-kafe yang dianggap meresahkan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menegaskan pihaknya akan memperketat pengawasan perizinan dan operasional THM.
“Jika ada pelanggaran izin atau tindak pidana, kami tindak sesuai aturan. Tidak boleh ada prostitusi, miras ilegal, apalagi kekerasan,” ujarnya.
Namun, warga berharap penindakan tidak sekadar formalitas. “Kalau cuma ditertibkan sebentar lalu buka lagi, sama saja bohong,” kata Wini, warga lainnya.
Ardi menyebut pengawasan adalah kerja bersama seluruh instansi, dan mengingatkan pengusaha THM agar ikut menjaga keamanan dan kenyamanan. Masyarakat menanti langkah nyata pemerintah.
“Kami ingin tidur nyenyak tanpa takut ada ribut atau bunyi musik sampai subuh. Anak-anak kami butuh lingkungan aman dan bersih dari maksiat,” kata Indra, warga Sagulung. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK