Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Kartini 1945 resmi membuka cabang terbarunya yang diawali potong pita di Ruko Anggrek Sari ASCC Nomor 17, Batam Center, Sabtu (26/7). Toko kue yang mengusung konsep dapur klasik bergaya Peranakan ini langsung disambut antusias. Ratusan loyang kue, mulai dari lapis legit hingga bika ambon nangka, ludes terjual di hari “Grand Opening” yang berlangsung berlangsung meriah.
Usaha ini digagas oleh tiga sosok muda, Cindy Mega Putri, Rolend Santoso, dan Chef Simbian Chua, seorang food influencer di Singapura yang telah dikenal luas di media sosial. Kartini 1945 sebelumnya telah hadir di Singapura, Baloi hingga Habour Bay dan kini melebarkan sayap dengan mengusung konsep Peranakan Heritage.
“Saya tak suka dengan laki-laki yang selingkuh, yang berpikir perempuan tidak bisa tanpa mereka. Nama “Kartini” dipilih bukan sekadar simbol, tetapi sebagai bentuk pembuktian sosok perempuan yang membawa perubahan.,” ujar Chef Simbian disela grand opening.
Chef Simbian menjelaskan, semua produk dibuat segar setiap hari tanpa bahan pengawet, menggunakan bahan premium seperti butter merek Wijsman. Filosofinya: kue yang baik tidak perlu disimpan lama, cukup dibeli segar dan dinikmati hari itu juga.
“Kami tidak produksi massal. Jika hari ini habis, silakan datang lagi besok. Semuanya homemade dan terbatas. Untuk rasa pastinya kami jamin sangat premium, boleh dicoba,” jelasnya.
Salah satu produk unggulan yang menjadi viral dalam pembukaan ini adalah Bika Ambon rasa nangka. Selain karena rasanya yang khas dan harum, kue ini diklaim sebagai satu-satunya Bika Ambon di Batam yang menggunakan butter Wijsman. Satu loyang dijual seharga Rp155 ribu.
Lapis legit mereka juga tak kalah menarik. Ada 11 varian rasa, di antaranya original, prune, onde-onde, matcha, durian, moka, nutella, hingga cranberry. Semua dibuat dengan resep eksklusif dan tak menggunakan bahan pengawet. Harganya mulai dari Rp300 ribu. Kartini 1945 juga mengusung prinsip No Pork No Lard, sehingga dapat dinikmati lebih luas oleh semua kalangan.
Konsep interior toko dirancang menyatu dengan filosofi namanya hangat, otentik, dan kental nuansa klasik. Lemari kayu tua, toples kaca berisi jajanan tempo dulu, serta hiasan keramik khas Peranakan menciptakan suasana yang membawa pelanggan seperti kembali ke masa kecil di rumah nenek.
Owner Kartini 1945 Cindy Mega Putri, menjelaskan, ia bersama rekannya ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda bukan hanya kue enak, tapi juga pengalaman dan nilai. Karena itu, pihaknya mulai memperhatikan dari segi rasa, kualitas hingga kemasan yang didesain sendiri, dengan motif bunga. “Kami percaya dapur bukan hanya tempat memasak, tapi juga ruang bercerita, membangun tradisi, dan menciptakan koneksi antar generasi,” kata Cindy.
Kapasitas produksi harian Kartini Bakehouse mencapai 240 loyang per hari. Namun, produksi tetap dibatasi agar kualitas terjaga. “Kami bukan pabrik, tapi dapur keluarga yang serius,. Hari pertama grand Opening sudah habis ratusan kotak. Saya juga mengucapkan terimakasih kepda semua pihak yang telah mendukung,” tambah Cindy.
Salah satu tamu mengapresiasi cabang baru Kartini 1945 di Anggrek Sari. Sebab, produk yang dijual sangatlah premium dengan harga yang murah. “Teksturnya lembut, tidak terlalu manis, tidak bikin eneg. Harganya juga masuk akal untuk kue sekelas ini karena bahan bahannya premium,” ungkap Juli. (*/adv)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK