Buka konten ini

BATAM (BP) – Masyarakat dunia modern ini telah melalui banyak sekali gaya berpakaian hingga ke gaya hidup. Salah satunya adalah gaya cottagecore yang sempat menjadi minat utama gaya berpakaian para perempuan.
Ketika seseorang mendengar gaya hidup cottagecore, biasanya yang pertama kali muncul di pikiran adalah kehidupan minimalis di sebuah pondok di tengah-tengah hutan atau di pedesaan.
Apa itu Cottagecore
Dilansir dari the Good Trade, gaya hidup cottagecore adalah gaya hidup yang berfokus pada kehidupan sederhana yang biasanya terjadi di daerah pedesaan.
Karena itu, gaya hidup ini juga berakar pada kemampuan atau minat terhadap hal-hal yang tradisional. Seperti memanggang, berkebun, hingga menjahit pakaian sendiri.
Dilansir dari the Spruce, gaya hidup ini bahkan juga mendorong pengembangan kemampuan bertani hingga berternak secara mandiri.
Bahkan secara kronologis, gaya hidup seperti ini sudah ada dan dilakukan sejak beribu-ribu tahun yang lalu, diperkirakan sejak era Yunani kuno.
Tren ini mulai muncul lagi atau diminati lagi dengan bantuan internet dan media sosial, seperti TikTok, Instagram dan Tumblr.
Dilansir dari Country Living, sebenarnya gaya hidup ini dapat dianggap sebagai konsep escapism (pelarian) dalam bentuk tercantik, dengan menerima kehidupan yang lebih sederhana serta adanya penekanan pada kemandirian berkelanjutan.
Pakaian Cottagecore
Dilansir dari Craft Society, gaya atau tren berpakaian cottagecore sangat menyukai pakaian yang berbahan natural atau serat alami. Sehingga kebanyakan pakaiannya dapat ditemukan dengan bahan wool, katun atau linen.
Tidak hanya bahan-bahan tersebut dapat menciptakan banyak pakaian yang nyaman untuk dikenakan, tapi juga dapat membantu melestarikan sumber daya.
Warna-warna yang biasanya dipilih untuk gaya-gaya cottagecore juga warna-warna yang mencerminkan alam atau bersifat kalem. Karena itu, pada umumnya mereka berwarna pastel, krem, atau kehijauan.
Model pakaian gaya cottagecore paling umum adalah gaun-gaun ringan, baju berlengan balon, dan rok a-line. Serta elemen renda dan brodir minimalis.
Hiasan Interior Cottagecore
Hiasan-hiasan rumah atau dekorasi gaya cottagecore biasanya merangkul sifat sederhana, imajinatif dan nostalgia.
Namun mereka masih tetap berfokus pada gaya hidup berkelanjutan serta hemat. Karena itu semua barang yang ada memiliki manfaat dan tujuan.
Dekorasi ala cottagecore biasanya adalah keranjang-keranjang anyaman yang dapat digunakan untuk apa saja. Termasuk kotak-kotak kayu yang dihiasi ukiran atau lukisan floral dan botanikal.
Rumah-rumah gaya cottagecore juga dipenuhi furnitur antik. Dari meja, rak, lemari, kursi, hingga peralatan dapur.
Apabila rumah tersebut memiliki kebun atau ruang luar, sebaiknya diisi dengan tanaman-tanaman seperti bunga-bungaan, sayur-sayuran hingga buah.
Utamakan furnitur berbahan kayu atau batu untuk memberikan nuansa alami di dalam rumah. Serta prioritaskan bahan-bahan tekstil yang alami, seperti linen.
Hiasi pula mebel-mebel tersebut dengan taplak-taplak kuno, seperti taplak berenda dan memiliki brodir.
Biasanya perabotan seperti ini dapat ditemukan di toko barang bekas atau toko antik. Dan sebaiknya toko-toko seperti itulah yang harus menjadi tujuan pertama, guna mengurangi sampah dan mendaur ulang mebel tersebut. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK