Buka konten ini

CHANGZHOU (BP) – Fajar Alvian/M. Shohibul Fikri hanya menempati peringkat ke-210 BWF (Federasi Badminton Dunia) saat memulai perjuangan di China Open. Sebelum tampil di turnamen level teratas, Super 1.000, itu juga baru sekalia diturunkan di turnamen sebagai pasangan.
Namun, hasil yang mereka petik membelalakkan banyak mata. Kemenangan atas ganda Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik 21-15, 21-14 dalam final di Changzou kemarin (27/7) tak hanya mengakhiri dahaga gelar ganda putra di tahun ini sekaligus menjadi gelar perdana mereka sebagai pasangan. Tapi juga mencatat rekor sebagai pemain atau pasangan pemain dengan ranking terendah yang bisa juara di Super 1000, strata turnamen BWF tertinggi.
Ini juga gelar Super 1000 pertama bagi Indonesia sejak All England tahun lalu ketika Fajar yang kala itu berpasangan dengan M. Rian Ardianto memenangi ganda putra. Sedangkan Jonathan Christie merebut titel tunggal putra.
Di tahun ini, ini juga jadi gelar pertama Indonesia di turnamen sekelas Super 500 ke atas. Selain itu, ganda putra di China Open tahun ini jadi satu-satunya nomor yang gagal direbut tuan rumah. Di empat nomor lainnya terjadi final antarsesama pemain Tiongkok.
Taklukkan Empat Unggulan
Fikri sebelumnya berpasangan dengan Bagas Maulana sebelum kemudian dipasangkan dengan Daniel Marthin. Karena Daniel tengah cedera, dia kemudian ditandemkan dengan Fajar.
Hasilnya, di Japan Open pekan lalu, mereka lolos sampai perempat final. Dan, di turnamen keduanya, China Open, keduanya juara tanpa kehilangan satu game pun. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG