Buka konten ini

BATAM (BP) – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang, geliat pedagang musiman mulai terlihat di sejumlah sudut Kota Batam. Mereka menjajakan bendera merah putih, umbul-umbul, hingga pernak-pernik bertema kemerdekaan di pinggir jalan.
Pantauan Batam Pos, para pedagang mulai menggelar lapaknya sejak awal pekan ini, terutama di kawasan SP Plaza Sagulung, Batuaji, hingga sepanjang Jalan Sungai Harapan, Sekupang. Aneka ukuran bendera, umbul-umbul warna-warni, serta aksesori seperti pin, topi, dan stiker bernuansa merah putih tersusun rapi demi menarik minat pembeli.
”Sudah mulai ada yang beli, terutama bendera dan umbul-umbul untuk dipasang di rumah dan kantor,” ujar Nurhalim, pedagang musiman di kawasan SP Plaza, Minggu (27/7).
Meski peringatan HUT RI masih sekitar tiga pekan lagi, permintaan mulai terlihat meningkat. ”Biasanya ramai itu seminggu sebelum tanggal 17 Agustus. Tapi kami sudah jualan dari sekarang supaya lebih siap,” tambahnya.
Ani, pedagang lainnya di kawasan Sekupang, menyebut harga yang ditawarkan bervariasi, tergantung jenis dan ukuran. Mulai dari Rp5.000 untuk bendera mini, Rp25.000 untuk ukuran rumahan, hingga di atas Rp200 ribu untuk backdrop merah putih yang biasa digunakan di panggung atau instansi pemerintahan.
Namun sejauh ini, ia mengaku penjualan masih belum terlalu ramai. ”Biasanya awal Agustus mulai ramai. Puncaknya itu antara tanggal 1 sampai 10 Agustus, karena lewat dari itu kebanyakan orang sudah pasang bendera,” tuturnya.
Pembeli pun datang dari beragam kalangan, mulai masyarakat umum, perwakilan RT/RW, hingga instansi yang bersiap menghias lingkungan dan kantor mereka.
Pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk turut menyemarakkan HUT ke-80 RI dengan memasang bendera Merah Putih dan dekorasi kemerdekaan sejak 1 hingga 31 Agustus.
Bagi para pedagang musiman, momen ini menjadi peluang untuk menambah pemasukan.
”Kalau ramai, sehari bisa dapat ratusan ribu sampai sejuta rupiah. Lumayan buat tambahan penghasilan,” ucap Nurhalim.
Tak hanya Nurhakim, masih banyak pedagang serupa di berbagai wilayah di Batam yang juga memanfaatkan momen 17 Agustus untuk meraup cuan dengan berdagang pernak-pernik kemerdekaan seperti bendera. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK