Buka konten ini

YERUSALEM (BP) – Lebih dari 100 kelompok bantuan memperingatkan adanya kelaparan massal di Gaza. Dilansir dari AFP, Rabu (23/7), 2 juta orang di Gaza terancam kelaparan. Mereka kekurangan bahan makanan dan kebutuhan pokok lainnya.
Melalui sebuah pernyataan dengan 111 penandatangan, termasuk Dokter Lintas Batas (MSF) dan Save the Children dan Oxfam, memperingatkan bahwa aktivis di Gaza semakin melemah. Mereka pun menyerukan gencatan senjata dan negosiasi pembukaan semua penyeberangan darat sehingga aliran bantuan bahan makanan dan kebutuhan pokok bisa dialirkan.
“Melalui mekanisme yang dipimpin PBB,” unggah MSF di akun media sosial X.
Israel Bantah Blokade
Israel membantah telah memblokade pasokan bahan makanan dan kebutuhan pokok ke Gaza. Mereka mengklaim sudah ada 950 truk bantuan yang berada di Gaza. Truk-truk tersebut menunggu badan-badan internasional untuk mendistribusikan bantuan.
“Kami belum mengidentifikasi kelaparan pada saat ini. Akan tetapi, kami memahami bahwa tindakan diperlukan untuk menstabilkan situasi kemanusiaan,” kata seorang pejabat keamanan senior Israel yang enggan disebut namanya.
Selama ini, militer Israel menyerang puluhan target yang diklaim sebagai teroris. Padahal, sebagian korban adalah mereka yang berkumpul untuk mencari bahan makanan.
Seperti disampaikan PBB, pasukan Israel telah membunuh 1.000 atau lebih warga Palestina yang mengantre untuk mendapatkan makanan di Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF). Yayasan itu mulai beroperasi pada Mei lalu.
Utusan Perundingan AS Datang
Sementara itu, utusan khusus Amerika Serikat (AS) untuk perundingan damai Israel-Palestina Steve Witkoff menuju wilayah Gaza dalam pekan ini.
“Witkoff datang dengan harapan kuat bahwa kami akan mengajukan gencatan senjata serta koridor kemanusiaan untuk mengalirkan bantuan, yang sebenarnya telah disetujui oleh kedua belah pihak,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tammy Bruce kepada Associated Press. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO