Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam mengimbau masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan yang mengatasnamakan petugas Disdukcapil. Pelaku memanfaatkan isu aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) atau KTP digital dengan menghubungi calon korban melalui telepon dan pesan WhatsApp.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Batam, Yusfa Hendri, menegaskan bahwa seluruh layanan administrasi kependudukan, termasuk aktivasi IKD, hanya dilakukan secara langsung di kantor Disdukcapil atau melalui layanan resmi di kecamatan. Disdukcapil tidak pernah menghubungi warga secara pribadi untuk meminta data atau melakukan proses aktivasi.
“Disdukcapil tidak pernah memberikan layanan aktivasi atau dokumen kependudukan lain melalui telepon atau pesan singkat. Warga harus datang langsung ke kantor jika ingin mengurus dokumen,” tegas Yusfa, Senin (21/7).
Imbauan ini disampaikan menyusul laporan dari seorang warga Perumahan Marina Park, Kecamatan Lubukbaja, yang nyaris menjadi korban. Warga bernama Meiling mengaku dihubungi seseorang yang mengaku petugas Disdukcapil dan diminta mengirim fotokopi KTP, KK, serta melakukan video call untuk aktivasi KTP digital.
“Awalnya saya ditelepon, katanya dari Disdukcapil. Saya diminta kirim fotokopi KTP dan KK, lalu disuruh video call. Karena curiga, saya langsung tanya di grup WhatsApp RT,” kata Meiling.
Beruntung, Meiling tidak menuruti permintaan tersebut dan langsung melaporkan kejadian itu ke pengurus lingkungan. Warga sekitar kemudian berkoordinasi dengan Disdukcapil untuk memastikan kebenaran informasi.
Yusfa mengungkapkan bahwa modus serupa sudah beberapa kali terjadi. Karena itu, pihaknya terus menyosialisasikan pentingnya kewaspadaan terhadap segala bentuk komunikasi mencurigakan yang mengatasnamakan lembaga pemerintah.
“Kami minta warga jangan mudah percaya pada pesan atau panggilan yang sumbernya tidak jelas. Jika ragu, lebih baik konfirmasi ke ketua RT/RW atau datang langsung ke kantor Disdukcapil,” ujar Yusfa, yang juga menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Batam.
Ia juga berharap warga semakin bijak dalam menyikapi informasi digital, terutama yang berkaitan dengan data pribadi. Menurutnya, menjaga keamanan data pribadi adalah tanggung jawab bersama dan dibutuhkan peran aktif warga untuk mencegah kejahatan digital.
“Kami siap menerima laporan jika ada kasus serupa agar bisa segera kami tindak lanjuti dan tidak menimbulkan keresahan,” pungkasnya. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK