Buka konten ini

EMPAT penumpang Kapal Motor (KM) Barcelona VA meninggal setelah kapal yang mereka tumpangi terbakar di perairan Pulau Talise, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, kemarin (20/7). Seluruh penumpang telah dievakuasi. Dugaan sementara, api berasal dari kamar penumpang di dek atas.

Ketiga korban yang telah teridentifikasi adalah Asna Lapai, warga Melonguane; Zakarias Tindigulangi, warga Kecamatan Geme; dan Yuliana Gumolung, warga Desa Bomwombaru. Sementara, satu korban perempuan lainnya, masih dalam proses identifikasi.
Salah satu penumpang selamat, Grace Riet Rumpia mengatakan, kapal yang mengangkut 280 penumpang itu bertolak dari Pelabuhan Lirung, Talaud, pada Sabtu dini hari (19/7) menuju Manado. Namun, dalam perjalanan, kapal mengalami kebakaran hebat sekitar pukul 13.00 WITA saat melintasi perairan Talise.
Warga Talaud itu menuturkan, api mulai terlihat dari bagian belakang kapal. ”Lihat api sekitar pukul 13.00. Tapi saat itu semua sudah panik, jadi sudah fokus menyelamatkan diri masing-masing,” ujarnya kemarin (20/7).
Kepulan asap tebal dari kapal terbakar itu terlihat dari Pulau Gangga. Jenly Kadimateng, pegawai Kantor Kecamatan Likupang Barat yang berdomisili di Pulau Gangga, menjadi saksi awal insiden tersebut. Melihat asap di tengah laut, dia dan sejumlah warga yang memiliki perahu, langsung bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi penumpang.
Warga menggunakan perahu nelayan untuk menyelamatkan penumpang yang telah meloncat ke laut. ”Penumpang kurang lebih 200 orang kami evakuasi ke Desa Gangga 1. Dua korban meninggal ditemukan di Gangga 1, satu perempuan di Gangga 2. Jadi total tiga korban meninggal yang kami evakuasi ke Pulau Gangga,” ujar Jenly.
Di Pulau Gangga, rumah-rumah warga dijadikan tempat penampungan korban sementara. Para korban yang selamat diberi pakaian kering, makanan, dan air minum sembari menunggu proses evakuasi lanjutan. Pemerintah Kecamatan bersama warga juga membantu menginformasikan kondisi para korban melalui media sosial, termasuk mengabarkan adanya jenazah yang belum teridentifikasi.
Menyikapi tragedi itu, Pemkab Kepulauan Talaud langsung menggelar rapat darurat dan berkoordinasi dengan Pemprov Sulawesi Utara (Sulut), Pusdalops Provinsi Sulut, serta sejumlah lembaga, seperti Basarnas dan instansi medis.
Pemkab Talaud menyiapkan 11 unit ambulans di Pelabuhan Manado, 10 di antaranya lengkap dengan oksigen dan tenaga medis, serta satu unit sebagai ambulans jenazah. Kantor Perwakilan Pemkab Talaud di Manado juga difungsikan sebagai tempat penampungan sementara bagi para korban yang telah dievakuasi dari Pulau Gangga. Bupati Talaud Welly Titah direncanakan akan bertolak ke Manado hari ini untuk memantau langsung kondisi para korban.
Sementara itu, Camat Likupang Barat Maykel Parengkuan menyebut, pihaknya langsung menjalankan instruksi Bupati Minahasa Utara untuk berkoordinasi lintas sektor. ”Kami langsung bergerak, berkoordinasi dengan pihak Provinsi, Basarnas, Bakamla dan instansi lainnya untuk percepatan penanganan,” ungkap Parengkuan.
Hingga kemarin (20/7) malam, sebagian besar penumpang yang selamat masih berada di Pulau Gangga dan dalam proses evakuasi lanjutan ke Manado, sebelum dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. Sementara itu, penyelidikan penyebab kebakaran KM Barcelona VA masih terus berlangsung oleh pihak berwenang. Dugaan awal, api berasal dari kamar penumpang di dek atas.
Tragedi kebakaran hebat yang melanda KM Barcelona V.A pada Minggu siang (20/7) di perairan dekat Pulau Talise bukan hanya meninggalkan duka, tapi juga menyimpan kisah heroik yang menggugah hati.
Dalam insiden itu muncul aksi-aksi dramatis yang terekam oleh para saksi dan tersebar di media sosial.
Bayi Selamat dari Api
Salah satu momen paling mengharukan adalah saat seorang bayi berhasil diselamatkan dari tengah kobaran api. Bayi mungil itu berhasil dievakuasi berkat kesigapan warga sekitar, terutama dari Gangga dan Talise, yang bahu membahu mengevakuasi para korban ke tempat aman.
Kisah Ibu Hamil Bikin Haru
Kisah dramatis lainnya datang dari Sepriani Gumansalangi, seorang ibu hamil yang menjadi penumpang dari Dek 3 Kamar 33. Dalam unggahan media sosialnya, Sepriani diketahui tengah dalam perjalanan dari Talaud menuju Manado untuk melahirkan.
Sempat membuat netizen cemas, dalam salah satu unggahan live Facebook, Sepriani terlihat dalam kondisi selamat, meski sempat terguncang akibat insiden kebakaran tersebut.
Tenangkan Anak Kecil di Tengah Kepanikan
Tak kalah menginspirasi, Abdul Rahman Agu, warga Kampung Ternate Baru, menunjukkan aksi heroik di tengah kepanikan. Hal itu terlihat dari video yang dibagikan Abdul Rahman Agu dalam akun media sosial Facebook pribadinya. Bahkan, aksi Abdul Rahman yang menolong seorang anak perempuan menjadi viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, Abdul Rahman terlihat menggendong anak tersebut yang terlihat ketakutan. Ia mencoba menenangkan anak kecil itu dan memintanya tidak menangis.
”Jangan nangis – jangan nangis, adik aman,” ucap Abdul Rahman menenangkan sang anak.
Dengan penuh haru, Abdul Rahman merasa sedih dan bingung atas peristiwa tersebut. Ia berharap segera ada pihak yang melakukan pertolongan.
”Ya Allah ya rob, kapal terbakar. Minta tolong kasian, torang ada di laut ini,” ujar Abdul Rahman sambil menggendong anak perempuan berada di tengah laut. Melalui akun Facebook pribadinya, ia membagikan detik-detik saat kapal dilanda api. Di tengah kekacauan, ia menyelamatkan dan menenangkan seorang anak kecil, serta membantu seorang ibu yang tengah mengenakan pelampung saat evakuasi.
KM Barcelona V.A
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut Kapal Motor (KM) Barcelona VA yang terbakar di Perairan Talise, Sulawesi Utara, pada Minggu siang (20/7) merupakan milik PT Surya Pacific Indonesia.
”PT. Surya Pacific Indonesia (pemilik kapal),” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud dalam keterangannya, Minggu (20/7).
Lebih lanjut, Masyhud memastikan hingga saat ini proses evakuasi masih terus berlangsung. Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dapat diselamatkan dan diberikan penanganan yang memadai.
”Kami terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi erat dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” lanjutnya.
Masyhud juga mengungkapkan bahwa sebagian penumpang yang telah berhasil dievakuasi, sudah diamankan ke Pelabuhan Likupang maupun pulau terdekat. Namun, data terkait jumlah penumpang, korban jiwa maupun luka-luka masih dalam proses verifikasi.
”Sebagai bentuk upaya evakuasi, telah didirikan Posko Penanganan guna memantau dan mengoordinasikan proses evakuasi serta penanganan lebih lanjut,” pungkasnya.
Untuk diketahui, dalam proses penanganan evakuasi ini, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Manado telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak. Diantaranya, KSOP Kelas I Bitung, Basarnas Kota Manado, Pangkalan PLP Bitung, Bakamla Bitung, Kantor Kesehatan Pelabuhan Manado dan PT. Surya Pacific Indonesia selaku pemilik kapal.
Sebelumnya, insiden kebakaran menimpa Kapal Motor (KM) Barcelona VA saat melintas di perairan Talise, Sulawesi Utara, pada Minggu siang (20/7). Kapal yang tengah menempuh rute pelayaran dari Talaud menuju Manado ini dikabarkan mengangkut sekitar 280 penumpang.
Kobaran api yang belum diketahui penyebabnya itu memicu kepanikan di antara awak kapal dan para penumpang. Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) VIII Manado, Laksamana Pertama TNI May Franky Pasuna Sihombing, menyampaikan prajurit TNI AL bergerak cepat membantu proses evakuasi.
”Gerak cepat prajurit TNI AL bantu evakuasi insiden kebakaran yang menimpa KM Barcelona VA di perairan Talise,” kata Franky Pasuna kepada wartawan, Minggu (20/7).
TNI AL telah mengerahkan dua unsur utama dalam operasi Search and Rescue (SAR), yakni KRI Pari-849 dan KAL Tedung Selar, yang saat ini telah berada di lokasi kejadian untuk membantu proses pencarian dan penyelamatan korban.
Selain itu, dua kapal lain di sekitar titik insiden, KM Barcelona IIIA dan KM Venecian, juga turut membantu memberikan pertolongan awal kepada penumpang yang berada dalam kondisi darurat. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO TEJO