Buka konten ini
BATUAJI (BP) – Proyek pelebaran Jalan R Suprapto, Batuaji, yang kini sedang berlangsung, justru memunculkan persoalan baru. Dua titik simpang utama—Simpang Barelang dan Simpang Basecamp—dinilai kian semrawut akibat ketiadaan lampu lalu lintas yang berfungsi mengatur lalu lalang kendaraan. Kondisi ini dianggap menjadi pemicu kemacetan parah dan meningkatnya risiko kecelakaan.
Pantauan di lapangan, hanya terdapat lampu peringatan di dua simpang tersebut. Namun, warga menilai keberadaannya tidak cukup untuk mengatur arus kendaraan dari berbagai arah.
“Tanpa pengatur arus yang jelas, setiap hari rebutan jalan,” keluh Suwardi, warga Batuaji, Minggu (13/7).
Sebagian ruas Jalan R Suprapto kini sudah diperlebar menjadi lima lajur, sementara sisanya masih dalam tahap pengerjaan. Kondisi ini memperparah situasi lalu lintas, apalagi kendaraan harus melintas di antara alat berat dan pembatas jalan sementara, tanpa pengaturan arus yang memadai.
Kekacauan ini telah berujung pada tragedi. Selang dua hari, dua kecelakaan fatal terjadi di dua simpang tersebut. “Kalau sudah jam pulang kerja, semua ngebut. Dari Tanjunguncang ke Muka Kuning dan sebaliknya saling salip tanpa aturan. Akhirnya sering senggolan,” ujar Sandro, warga lainnya.
Desakan agar pemerintah segera memasang lampu lalu lintas atau setidaknya menurunkan petugas pengatur arus, semakin menguat.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim, menyatakan bahwa dua simpang tersebut memang hanya direncanakan dipasangi lampu peringatan, bukan lampu lalu lintas. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa pendekatan tersebut tidak cukup menjamin keselamatan pengguna jalan.
Warga berharap Pemko Batam segera mengambil langkah konkret. “Jangan tunggu korban berikutnya baru bertindak,” tutup Suwardi. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : RATNA IRTATIK