Buka konten ini
WIMBLEDON (BP) – Tidak banyak yang memperkirakan Iga Swiatek bakal meraih gelar juara Wimbledon. Meski terkenal sebagai ‘Ratu Lapangan Tanah Liat’, -dengan meraih 4 gelar juara Roland Garros- petenis asal Polandia itu belum sekalipun mampu menembus final SW19 -nama lain Wimbledon- selama lima kali partisipasinya.
Selain itu, selama satu tahun terakhir, Swiatek mengalami salah satu periode sulit. Dia tergeser dari posisi puncak ranking WTA sejak Oktober tahun lalu. Petenis 24 tahun itu juga belum memenangi gelar Grand Slam setelah juara Roland Garros 2024.
Karena itulah, kemenangan lawan Amanda Anisimova dalam laga final Wimbledon pada Sabtu (12/7) malam lalu, jadi sebuah kejutan bagi Swiatek. Lebih mengejutkan lagi, dia berhasil mengangkat Venus Rosewater Dish -trofi tunggal putri Wimbledon, dengan kemenangan double bagel 6-0, 6-0 di All England Club, Wimbledon, London, Inggris.
Sepanjang sejarah 130 edisi final Wimbledon sebelumnya skor double bagel hanya terjadi sekali. Tepatnya, 114 tahun lalu. Yakni, saat petenis asal Inggris Dorothea Lambert Chambers menang 6-0, 6-0 atas rekan senegaranya, Dora Boothby. Kemenangan di final Wimbledon itu juga jadi gelar pertama Swiatek di lapangan rumput.
“Itu berat, terutama setelah musim yang penuh pasang surut dan banyak ekspektasi dari luar. Sehingga saya tidak benar-benar membayangkan bisa memenangkan Wimbledon,” kata Swiatek menceritakan perjuangannya selama satu tahun terakhir dikutip dari laman resmi WTA.
“Saya bangga pada diri sendiri, karena, ya, siapa yang menyangka (gelar, red) ini? Saya merasa tenis terus mengejutkan saya, dan saya terus mengejutkan diri saya sendiri,” lanjut petenis yang kini sudah memenangi enam gelar Grand Slam tersebut.
Di sisi lain, meski kalah telak, Anisimova masih patut berbangga. Sebab, dia juga mengalami perjuangan berat untuk mencapai final Wimbledon, yang merupakan laga puncak Grand Slam pertamanya sepanjang karir. Dia sempat kehilangan ayah karena serangan jantung mendadak enam tahun lalu, saat dia masih berusia 17 tahun. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG