Buka konten ini
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) siap membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas hingga 600 megawatt (MW) di Pulau Bulan, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Energi bersih dari PLTS ini akan diekspor ke Singapura melalui jaringan kabel laut, menjadikan proyek ini sebagai yang pertama di Indonesia dalam ekspor energi rendah karbon ke luar negeri.
Direktur Utama Medco Energi, Hilmi Panigoro, menyatakan Pulau Bulan dipilih karena tidak berpenghuni sehingga dinilai strategis dan minim risiko sosial. “Sudah lama kami siapkan. Lokasinya berada di selatan Pulau Batam dan tidak ada penduduk yang menetap di sana,” ujar Hilmi, Jumat (27/6).
Menurut Hilmi, proyek ini bukan hanya menguntungkan secara ekonomi bagi Indonesia dan Singapura, tetapi juga menjadi langkah awal menuju integrasi sistem kelistrikan kawasan. “Dengan akan dibangunnya kabel laut dari Pulau Bulan ke Singapura, berarti sistem kelistrikan Asia atau Asian Grid mulai terhubung dengan Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, di sektor industri, PT Schneider Electric Indonesia turut mempercepat transformasi ke arah energi bersih dan digitalisasi. Perusahaan tersebut meresmikan pabrik ketiganya di Cikarang, Jawa Barat, yang dilengkapi panel surya atap dan sistem automasi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Setia Diarta, menyebut ekspansi Schneider Electric mencerminkan komitmen untuk menjadikan Indonesia pemain utama manufaktur berteknologi tinggi. “Perluasan pabrik ini bukan sekadar pembukaan lini produksi baru, tetapi simbol kebangkitan industri nasional yang tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.
President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, menambahkan bahwa pabrik di Cikarang merupakan bagian dari jaringan smart factory global yang mengusung prinsip keberlanjutan. Fasilitas tersebut dilengkapi sistem EcoStruxure, panel surya, automasi berbasis AI, dan sistem uji digital untuk efisiensi maksimal. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG