Buka konten ini
ARGENTINA tidak berhenti mengirim talenta terbaiknya ke Benua Eropa. Tahun ini, winger River Plate Franco Mastantuono jadi sensasi seiring dipinang Real Madrid pada usia baru menapak 18 tahun per 14 Agustus nanti. Sebelum La Joya -julukan Mastantuono, Lautaro Martinez lebih dulu melakukannya tujuh tahun silam.
Pada musim panas 2008, dengan usia 21 tahun, Lautaro mendapat kesempatan bergabung dengan Inter Milan dan bertahan bersama klub berjuluk Nerazzurri itu sampai sekarang. El Toro -julukan Lautaro – juga dipercaya sebagai il capitano Inter sejak musim 2023-2024.
Pagi ini (26/6), dua sensasi Argentina itu berhadapan dalam matchday pemungkas grup E Piala Dunia Antarklub di Lumen Field, Seattle (siaran langsung DAZN pukul 08.00 WIB). Laga yang menentukan apakah mereka bisa sama-sama lolos ke babak 16 besar atau malah klub Sergio Ramos, CF Monterrey, muncul sebagai kuda hitam.
Mantan striker Argentina yang bersinar di Serie A dan pernah membela Inter, Hernan Crespo menyebut pertemuan Lautaro dan Mastantuono sebagai duel penyerang Argentina saat ini dan masa depan.
“Lautaro lebih memiliki karisma dalam memimpin timnya melewati rintangan. Andaikan aku jadi pelatih mereka berdua, aku lebih memilih Lautaro, bukan Mastantuono,” tutur Crespo seperti dilansir dari laman Tuttomercatoweb.
“Tetapi, aku yakin ini hanya masalah pengalaman dan karena terbiasa dengan tantangan berat,” sambung Crespo yang memperkuat Inter selama dua periode (2002-2003 dan 2006-2009) itu.
Lautaro dan Mastantuono sejatinya memiliki kesamaan. Yakni, sama-sama mencicipi timnas Argentina sebelum hijrah ke Eropa. Mastantuono sudah menjalani debutnya di La Albiceleste -sebutan timnas Argentina- dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 kontra Cile awal bulan ini (6/6). Mastantuono pun menorehkan rekor debutan termuda (17 tahun 296 hari).
Sementara Lautaro mendapat panggilan timnas dalam uji coba internasional pada 28 Maret 2018. Sayangnya, debut El Toro cukup mengenaskan karena La Albiceleste dihajar Spanyol 1-6 di kandang Atletico Madrid, Stadion Metropolitano.
Dikutip dari TyC Sports, Mastantuono menganggap lawan Inter sebagai laga pemanasan untuk membiasakan diri menghadapi klub Eropa. “Aku harus siap karena aku akan membela klub besar di Eropa. Aku tidak ingin tampil mengecewakan,” tutur pemain yang semasa kecil sempat diarahkan untuk jadi petenis tersebut. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG