Buka konten ini
BATUAMPAR (BP) – Median jalan di depan Markas Kodim 0316 Batam, Jalan Yos Sudarso, dinilai rawan kecelakaan. Pasalnya, pengendara sepeda motor kerap menerobos pembatas jalan untuk berpindah ke jalur arah berlawanan, terutama dari arah Batuampar menuju ke arah Seraya dan sebaliknya.
Egi, salah seorang pengendara yang kerap melintas di jalur itu, menyebut banyak pengendara memilih menerobos karena jarak untuk memutar arah di lampu lalu lintas cukup jauh.
“Kalau harus putar di lampu merah, memang lumayan jauh. Karena itu, banyak yang ambil jalan pintas dengan nerobos median,” ujarnya, Selasa (25/6).
Ia mengatakan, kondisi tersebut sangat berbahaya, apalagi posisi jalan sedikit menurun. Pengendara dari arah Bengkong yang melaju dengan kecepatan tinggi bisa sewaktu-waktu menabrak kendaraan yang menerobos secara tiba-tiba. “Apalagi malam hari, dari atas tidak kelihatan kalau ada motor yang tiba-tiba nyebrang,” katanya.
Menurut Egi, penerobosan terjadi karena kanstin atau pembatas median jalan di lokasi tersebut sudah rusak. Ia berharap pihak terkait segera membangun kembali kanstin yang roboh agar pengendara tak lagi sembarangan berpindah jalur.
“Kalau nggak dibangun ulang, bakal terus diterobos. Bahaya terus mengintai,” tegasnya.
Namun, menurut Adi, pengendara lainnya yang juga kerap melintas di ruas jalan tersebut, mengatakan bahwa jalur putar balik sebenarnya tak terlalu jauh dari lokasi yang diterobos ini.
“Jauh dari mana, paling itu hanya sekitar 100 atau paling jauh 150 meter. Mereka nekad saja biar cepat, padahal sangat membahayakan diri sendiri dan pengendara lain,” katanya.
Menurutnya, pengendara dari arah Batuampar bisa sedikit menanjak hingga ke Simpang Seraya Atas yang hanya berjarak sekitar 150 meter dari median jalan yang kerap diterobos tersebut. Sebaliknya, pengendara dari arah Seraya cukup menuruni Jalan Yos Sudarso yang hanya berjarak sekitar 100 meter untuk memutar balik ke arah Bengkong.
“Kalau memutarnya sampai 500 meter atau 1 kilometer, masih maklum meskipun kalau bisa jangan dilakukan karena tetap membahayakan. Lha ini sudah dekat, malah nekat menerobos, jadi wajar sering bikin kecelakaan,” ketusnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Salim, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut.
“Segera kita cek dan bangun kembali kanstinnya. Memang itu sangat berbahaya jika dibiarkan,” ujarnya.
Namun, Salim juga menekankan pentingnya kesadaran pengguna jalan. Menurutnya, percuma dibangun jika masih saja dirusak oleh pengendara.
“Sering kali sudah kita bangun, tapi malah dirusak sendiri. Jadi, perlu juga kesadaran dari masyarakat agar tidak seenaknya,” tutupnya. (*)
Reporter : Yofi Yuhendri
Editor : RATNA IRTATIK