Buka konten ini
SEKUPANG (BP) – Jalur domisili masih menjadi pilihan utama orangtua siswa dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang sebelumnya bernama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Batam. Hingga hari kedua pendaftaran, Selasa (24/6), tercatat ribuan peserta telah melengkapi berkas mereka melalui jalur ini.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menyampaikan bahwa proses pendaftaran sejauh ini berjalan lancar tanpa gangguan berarti. “Server Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Batam berjalan stabil. Tidak ada overload karena kami telah menyiapkan tiga server untuk mengantisipasi lonjakan akses,” ujarnya.
Berdasarkan data Disdik, hingga Selasa siang, sebanyak 3.398 calon siswa telah mendaftar melalui jalur domisili. Untuk jalur afirmasi, tercatat 11 peserta telah melengkapi berkas. Secara keseluruhan, jumlah peserta yang mendaftar dari seluruh jalur mencapai 12.833 siswa, dengan 10.004 di antaranya telah melengkapi berkas, dan 6.805 peserta dinyatakan lolos verifikasi awal.
Meski secara umum berjalan mulus, Disdik masih menemukan sejumlah kendala teknis dan administratif. Salah satu masalah yang muncul adalah peserta yang sudah lulus melalui jalur prestasi, namun menolak penempatan karena tidak sesuai keinginan.
“Ada juga yang mencabut berkas karena tidak cocok dengan sekolah tujuan. Tapi sistem membaca itu sebagai ‘cabut’, sehingga mereka tidak bisa mendaftar ulang lewat jalur domisili,” jelas Tri Wahyu.
Kendala lainnya adalah penggunaan Kartu Keluarga (KK) yang baru diterbitkan, padahal sesuai ketentuan, KK harus berusia minimal satu tahun sebelum tanggal pendaftaran. KK baru otomatis membuat pendaftaran jalur domisili tidak valid.
“Masih ada juga yang salah mengunggah berkas atau belum memahami cara input data. Ini cukup memengaruhi kelancaran proses seleksi,” tambahnya.
Tri Wahyu juga menyoroti kasus salah pilih sekolah. Salah satunya terjadi pada peserta berdomisili di Nongsa, namun diterima di SMPN 12 melalui jalur prestasi. “Anak tersebut sebenarnya ingin masuk SMPN 8, tapi karena salah input, justru masuk sekolah yang bukan tujuan. Sayang, karena sekolah ini banyak peminat dan seharusnya bisa diisi peserta yang berdomisili lebih dekat,” katanya.
Disdik Batam mengimbau para orang tua untuk lebih teliti dan proaktif dalam proses pendaftaran. “Kalau ragu atau bingung, konsultasikan langsung ke sekolah terdekat atau ke kantor Disdik. Kami siap bantu. Jangan sampai anak tidak sekolah hanya karena kesalahan teknis,” pungkasnya.
Sementara itu, Wahyu, salah satu warga yang datang ke Gedung Gurindam Dinas Pendidikan Batam, mengaku pendaftaran anaknya terkendala karena KK yang baru terbit. “Saya memang baru urus KK, tapi sistem langsung menolak. Kalau begini, anak saya bisa nggak sekolah,” keluhnya. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK