Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Ekspor mobil buatan Indonesia mengalami peningkatan, hal ini menukil Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang menunjukkan bahwa ekspor mobil dalam bentuk utuh (CBU) dan terurai (CKD) mengalami kenaikan, begitu juga dengan ekspor komponen otomotif.
Dilihat secara umum, ekspor mobil buatan Indonesia menunjukkan tren positif, dengan beberapa merek mobil menjadi kontributor utama, seperti Daihatsu, Toyota, Mitsubishi, dan Suzuki.
Meskipun ada peningkatan ekspor, Indonesia juga melakukan impor mobil. Namun, jumlah mobil impor jauh lebih sedikit dibandingkan dengan mobil produksi dalam negeri yang diekspor. Pada tahun 2024, impor mobil mencapai 97.010 unit.
Sebagai informasi negara penerima ekspor mobil Completely Built Up ( CBU) alias dalam wujud utuh dari Indonesia selama periode Januari – Mei 2025 adalah Filipina, Meksiko, dan Vietnam. Selain itu, Arab Saudi, Thailand, dan beberapa negara di Timur Tengah dan Afrika.
Total jumlah mobil CBU yang dikirim ke luar negeri selama lima bulan pertama 2025 itu meningkat cukup signifikan dibanding periode yang sama di tahun 2024. Dan dari total jumlah mobil CBU yang diekspor tersebut 27,64 persen diantarannya diekspor ke Filipina.
Selain itu, data Gaikindo juga menyebutkan selama periode Januari – Mei 2025 jumlah mobil CBU yang diekspor Indonesia mencapai 192.501 unit.
Sementara di waktu yang sama di tahun 2024 lalu, sebanyak sebanyak 179.764 unit.
Ada kenaikan jumlah ekspor mobil CBU sebanyak 12.737 unit di periode Januari – Mei tahun ini.
Di periode lima bulan pertama 2025 tersebut, ada 10 merek atau pabrikan yang tercatat sebagai eksportir mobil CBU terbanyak dari Indonesia.(*)
Reporter : JP Group
Editor : Gustia Benny